BNI Gandeng Muhammadiyah, Perkuat Sinergi Digital hingga Pengembangan Talenta Global

BNI Gandeng Muhammadiyah, Perkuat Sinergi Digital hingga Pengembangan Talenta GlobalYogyakarta,(DOC) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan dari jajaran PT Bank Negara Indonesia(BNI) Persero Tbk. pada Jumat (31/10/2025). Pertemuan itu membahas peluang kerja sama strategis di bidang keuangan, digitalisasi, dan pengembangan program pemagangan luar negeri.

Rombongan BNI dipimpin oleh Direktur Utama Putrama Wahju Setiawan, bersama Direktur Kelembagaan Eko Setyo Nugroho, General Manager Kelembagaan Meiliana, dan Regional CEO BNI Yogyakarta Ariyanto.
Mereka bertemu langsung dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Komisaris Independen PT Jamkrindo Muhammad Muchlas Rowi.

Bacaan Lainnya

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak berkomitmen memperkuat kontribusi di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat.
Selain itu, keduanya menegaskan pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi umat.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setiawan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen BNI untuk memperkuat ekosistem digital Muhammadiyah dengan layanan keuangan terintegrasi.

“BNI siap mendukung ekosistem digital Muhammadiyah dengan solusi keuangan yang efisien dan bermanfaat,” ujarnya.

Tata Kelola dan Program Pemagangan Luar Negeri

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) agar setiap kerja sama berjalan transparan dan akuntabel.

“Semua kegiatan harus tertata dan transparan agar memberi manfaat maksimal bagi umat,” tegas Haedar.

Selanjutnya, kedua pihak membahas potensi kemitraan dalam program pemagangan luar negeri yang dijalankan Muhammadiyah. BNI berencana memanfaatkan jaringan globalnya untuk mendukung program tersebut.
Di sisi lain, Haedar menilai penguasaan bahasa dan kesiapan adaptasi budaya menjadi tantangan utama bagi peserta program caregiver.

“Peserta magang perlu siap secara mental, budaya, dan komunikasi agar mampu beradaptasi dan membawa karakter bangsa,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BNI menyatakan siap mendukung peserta magang Muhammadiyah melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran Indonesia (PMI). Fasilitas ini memudahkan mahasiswa dan peserta binaan Muhammadiyah mengakses pembiayaan terjangkau.

Baca Juga:  SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Gelar Kuliah Umum di Universitas Mataram

“BNI akan mendukung peserta magang Muhammadiyah melalui KUR PMI dan layanan global kami,” kata Putrama.

Dorong Bisnis Umat dan CSR Kolaboratif

Selain membahas pendidikan, kedua pihak juga menyoroti pengembangan unit usaha Muhammadiyah, seperti bisnis perhotelan dan konstruksi melalui Sun Tower di Yogyakarta dan Berau.

“Unit usaha Muhammadiyah bergerak untuk kemaslahatan umat. Keuntungannya kami alokasikan untuk pendidikan, termasuk sekolah di daerah tertinggal seperti Papua,” jelas Haedar.

Kemudian, BNI menyampaikan kesiapan memperluas dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, kedua pihak mulai menjajaki kolaborasi dengan Lazismu, seiring proses integrasi layanan digital BNI yang tengah berlangsung melalui platform Wondr. Dengan demikian, kolaborasi BNI dan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing global.(r7)

Pos terkait