D-ONENEWS.COM

Bulan Depan SPP SMA/SMK di Jawa Timur Mulai Disubsidi, Sumbang Uang Seragam Juga

Surabaya,(DOC) – Program NAWA BAKTI SETYA yang mencanangkan rencana penggratisan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah bagi siswa SMA/SMK sudah mulai diterapkan pada bulan Juli mendatang oleh Pemprov Jawa Timur, seiring dengan masuknya tahun ajaran baru 2019-2020.

Penggratisan SPP bulanan ini berlaku untuk sekolah – sekolah Negeri dan Swasta di wilayah Jawa Timur. Selain itu, Pemprov Jatim juga akan memberikan bantuan seragam sekolah untuk para siswa SMA/SMK.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, program SPP gratis dan pemberian bantuan seragam sekolah itu, diberi nama TISTAS atau “Gratis Berkualitas”.

“Program biaya sekolah gratis akan diberikan merata kepada seluruh siswa SMA/SMK se-Jatim. Harapannya mengangkatkan drajat pendidikan sekaligus meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia,red) di Jatim,” jelas Gubernur Khofifah, Selasa(11/6/2019).

Ia menambahkan, bantuan untuk siswa SMA/SMK swasta di Jatim, akan diberikan sesuai biaya SPP yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah.

“Bantuan ini diperkirakan akan surplus yang artinya biaya subsidi ini bisa memenuhi standar pelayanan pendidikan di sekolah tersebut. Tapi ada beberapa sekolah swasta disejumlah daerah yang bantuan biaya SPP nya masih kurang, menjadi tanggungjawab  para walimurid,” paparnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, IPM di Jatim masih rendah di urutan 14 se Indonesia sehingga program TISTAS sangat diperlukan.

Begitu juga dengan pemberian seragam gratis kepada seluruh siswa SMA/SMK baru diharapkan bias meringankan beban biaya masuk sekolah dari SMP ke jenjang SMA/SMK.

Sementara itu, Pelaksana Tugas(pPlt) Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jawa Timur, Hudiyono menyatakan, pemberian subsidi biaya sekolah dari Pemprov Jawa Timur akan disesuaikan berdasarkan indeks masing-masing daerah, sehingga dapat diketahui besaran nominal SPP yang harus disalurkan.

“Tentunya jumlahnya bervariasi. Misal sekolah yang SPP nya Rp 135 ribu perbulan, namun subsidi yang di berikan Pemprov senilai Rp 125 ribu, maka sisanya dibayar walimurid. Namun jika sekolah mendapat subsidi Rp 185 ribu, padahal SPP nya cuma Rp 125 ribu, maka selisihnya harus digunakan sekolah untuk peningkatan mutu siswa,” jelas Huriyono.

Bagi siswa SMA/SMK Negeri, kata Hudiyono, sudah tidak ada lagi pungutan biaya Pendidikan karena telah tercover seluruhnya oleh Program TISTAS.

“Pungutan biaya sekolah swasta apabila masih diperlukan, maka harus berdasarkan keputusan bersama komite sekolah,” pungkasnya.(div/r7)

 

Loading...