Cak & Ning Surabaya 2025–2028 Resmi Dikukuhkan

Cak & Ning Surabaya 2025–2028 Resmi Dikukuhkan
Cak & Ning Surabaya 2025–2028 Resmi Dikukuhkan

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi mengukuhkan Dewan Kehormatan, Dewan Pengurus, dan Anggota Paguyuban Cak & Ning Surabaya periode 2025–2028. Pengukuhan berlangsung di Ruang Majapahit, Kantor Bappedalitbang Kota Surabaya, di saksikan berbagai perwakilan pemuda dan unsur organisasi daerah.

Dalam sambutannya, Eri menegaskan bahwa Cak & Ning bukan sekadar duta pariwisata. Mereka adalah simbol pemuda inspiratif yang mewakili wajah Kota Surabaya, baik di ruang publik maupun media sosial.

Bacaan Lainnya

“Cak & Ning harus jadi agen perubahan. Mereka bukan hanya influencer budaya, tapi juga penggerak sosial yang hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Eri menjelaskan, Surabaya tengah menuju transformasi sebagai kota kreatif dan berkelanjutan, dan pemuda menjadi motor utama perubahan tersebut. Ia melihat potensi besar dari organisasi kepemudaan di Surabaya, dan mengajak seluruh elemen muda untuk bergabung dalam kolaborasi lintas sektor.

“Anak muda bukan pelengkap. Mereka pemimpin perubahan. Karena itu, kita harus bergerak bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot tengah membenahi High Tech Mall (eks THR/TRS) sebagai pusat aktivitas kreatif anak muda. Lantai 2 hingga 4 akan di siapkan untuk ruang kolaborasi, bersanding dengan Surabaya Expo Center (SBEC).

“Kalau nanti ada yang tanya, di mana tempat kumpulnya anak muda Surabaya? Jawabannya: High Tech Mall,” imbuhnya.

Peran Harus Lebih Luas

Lebih lanjut, Eri menekankan bahwa peran Cak & Ning harus lebih luas. Mereka di harapkan bisa memperkenalkan Surabaya bukan hanya dari sisi kuliner, tetapi juga wisata sejarah, wisata medis (medical tourism), hingga kampung tematik. Bahkan, Cak & Ning akan di libatkan dalam program sosial, seperti bakti kesehatan keliling bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan organisasi kepemudaan lainnya.

“Cak & Ning harus bisa turun ke lapangan. Kita ingin mereka juga jadi penggerak seperti Kader Surabaya Hebat (KSH),” jelasnya.

Baca Juga:  Kebocoran Pipa di Tunnel Joyoboyo Sudah Diatasi, KBS Pastikan Aman

Dalam era digital, Eri juga mendorong Cak & Ning aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan destinasi-destinasi lokal yang belum banyak di kenal, baik untuk wisatawan lokal maupun luar negeri.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Cak & Ning Surabaya 2025–2028, Ning Yazerlyn Nadila Balqis atau Ning Zerlyn, menyambut baik amanah tersebut. Ia menegaskan bahwa Cak & Ning hadir bukan hanya sebagai ikon budaya, tapi sebagai representasi generasi muda yang progresif dan berdampak.

“Kami bukan hanya wajah kebudayaan, tapi pemuda yang tangguh dan membawa semangat baru. Setelah grand final, justru perjuangan kami di mulai,” ujarnya.

Zerlyn menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot, dan bertekad membalasnya dengan memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak muda Surabaya agar tumbuh bersama. Ia menargetkan Cak & Ning bisa berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, dengan tetap membawa jati diri sebagai arek-arek Suroboyo.

“Kami siap berdialog dengan dunia, tanpa kehilangan akar budaya. Inilah misi kami: membawa Surabaya tumbuh humanis, kolaboratif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait