Da Silva yang Kan Selalu Dikenang Bonek

Tidak ada komentar 48 views

Surabaya, (DOC) – David Da Silva dipastikan tidak akan lagi memperkuat skuad Bajul ijo Persebaya Surabaya. Namun, sosoknya akan selalu dikenang di hati masyarakat pecinta sepak bola, khususnya Bonekmania.

Meski tidak bermain dalam satu musim penuh, David Da Silva meninggalkan kenangan manis atas kemampuan olah bola maupun sosoknya yang sederhana. Sempat dicibir di awal penampilannya yang kurang maksimal, tiba-tiba David menjelma menjadi striker tajam yang haus gol.

Selama membela Persebaya, David telah menyumbang 24 gol dari 24 pertandingan di semua ajang. Dia bahkan hampir menyabet gelar top scorer dengan mendulang 20 gol di Liga 1. Namun, torehan itu berhasil disalip oleh Aleksandrs Rakic (PS Tira) yang mencetak 21 gol hingga laga terakhir liga 1.

Namun, bagi Bonekmania, David tetap top skorer sejati bagi Persebaya. Pundi-pundi golnya kerap menjadi penyelamat Persebaya dari bayang-bayang garis degradasi.

Meski memiliki kapasitas jempolan, pesepakbola berumur 29 tahun ini tetap bersifat rendah hati. Dia tidak pernah melayang atas raihan yang diperolehnya. Begitu halnya dalam interaksi bersama para fansnya. Dia tak segan melayani permintaan foto atau tanda tangan setiap fans yang menghampirinya.

Meski tak mahir berbahasa Indonesia, David selalu berusaha menyapa Bonek dan menjalin interaksi usai pertandingan atau selepas latihan.

David juga begitu membumi saat mengomentari kenaikan performanya selama menjalani musim 2018 Liga 1 bersama Persebaya. “Sudah menjadi tugas saya mencetak gol untuk membantu tim. Karena saya seorang striker,” ucap David.

Ketajaman insting David mencetak gol memang tak lepas dari kedisiplinan dan kerja kerasnya selama berlatih. Alhasil, David sukses beradaptasi secara cepat dengan gaya main Liga 1, feeling olah bolanya dan penyelesaian akhir pun terasah.

Di luar porsi latihan tim, David rupanya sering menambah porsi latihan tembakan. David biasa menggandeng Alfonsius Kelvan, kiper Persebaya. Dari situ David dapat mengasah tembakannya, sekaligus bagi Kelvan bisa melatih refleks dan tangkapannya.

Bukan pemain manja, David bersama Kelvan tidak pernah meminta bantuan asisten pelatih ataupun petugas lapangan untuk membawa dan memunguti bola selama latihan tambahan tersebut.

Mereka bertanggung jawab atas bola yang mereka pakai dengan merapikan sendiri bolanya sebelum diserahkan kepada bagian perlengkapan.

“Berlatih itu sebagai tanggung jawab sebagai pemain. Latihan tentu memakai bola, jadi saya harus membereskan sendiri bola itu. Saya yang memakai bola itu, saya juga yang harus merapikannya,” urai David dalam sebuah latihan di Lapangan Mapolda Jatim.

Tak Makan Sembarangan, Istri Chef Pribadi

David Da Silva juga merupakan sosok pria yang tidak suka makan sembarangan. Dia mengaku sudah mencicipi makanan lokal yang didominasi rasa pedas dan asin. Namun, David rupanya butuh adaptasi untuk mengonsumsinya.

Meski demikian, demi alasan kebugaran, David lebih suka mengontrol jenis makanan yang dikonsumsinya. “Di sini banyak sekali makanan enak, tapi kebanyakan gorengan. Saya cukup menikmati beberapa di antaranya, tapi saya juga harus mempertimbangkan kesehatan. Gorengan tidak bagus untuk pesepak bola,” urainya.

Senada dengan sang istri Fanny Pacanaro Da Silva, mereka lebih suka makan dengan sajian khas Brazil. Oleh karenanya, sang istri sekaligus didapuk menjadi chef pribadi baginya. Fanny akan berbelanja sendiri kebutuhan untuk memasak kemudian mengolahnya sendiri di tempat tinggal mereka di sebuah Apartemen di Surabaya.

Dengan cara itu, Fanny bisa memasak makanan untuk mereka berdua dan satu putranya bernama Davi Pacanaro da Silva. Mereka tidak perlu sering-sering keluar mencari kudapan siap makan.

“Dia selalu memasak untuk saya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan lidah saya. Saya belum terbiasa dengan makanan pedas dan gorengan di sini,” cerita Da Silva usai ditemui dalam sebuah latihan beberapa waktu lalu.

Kini, ke manapun David Da Silva akan berlabuh, sosoknya akan tetap dikenang di hati Bonekmania maupun penikmat sepakbola. Jasa dan sepak terjangnya telah membuat Persebaya tetap kukuh dan eksis di papan atas Liga 1. Pintu juga tetap terbuka lebar bila David kelak kembali. (PBR)