D-ONENEWS.COM

Dispora Fasilitasi Akademi Sepak Bola, Mauritz Pangkey: Ini Tak Ada Kaitan dengan Askot PSSI Surabaya

Surabaya,(DOC) – Hearing dengan Pansus Retribusi GBT dan Gelora 10 Nopember, Senin (19/4/2021), dimanfaatkan pengurus Asosiasi PSSI Kota (Askot) Surabaya untuk curhat soal keberadaan Akademi Sepak Bola Surabaya (ASS) yang difasilitasi Dispora Kota Surabaya dengan Gelora 10 Nopember sebagai pusat latihan.

Wakil Ketua Askot PSSI Surabaya Hery Sudarsono menegaskan,  jika federasi (PSSI Kota Surabaya) tidak tahu dan tidak dilibatkan soal langkah Pemkot Surabaya yang membentuk Akademi Sepak Bola Surabaya (ASS).

” Kami baru dengar  Pemkot  mendirikan akademi. Kami pun tidak pernah diberitahu,” ujar Hery.

Dia mengatakan, kompetisi internal Askot PSSI Surabaya sudah banyak melahirkan pemain berprestasi. Bahkan, menyumbangkan pemain untuk Persebaya  dan Timnas U-19 seperti Dicky Kurniawan, Akbar Firmansyah,  Koko Ari, meski tidak pernah dapat kucuran bantuan dari APBD Surabaya.

“Askot PSSI Surabaya memiliki 52 Sekolah Sepak Bola (SSB) dengan ribuan pemain aktif melakukan pembinaan pemain usia muda atau kelompok umur (KU), meski tanpa kucuran APBD Kota Surabaya. Bahkan, banyak pemain jebolan internal Askot ditampung Persebaya, ” ujar dia.

Karena itu, lanjut Hery, dirinya kaget mendengar Pemkot Surabaya mendirikan ASS, apalagi Askot PSSI Kota Surabaya sebagai federasi yang sah dan merupakan  kepanjangan tangan PSSI di daerah tidak pernah dilibatkan.

” Kami dengar Pemkot Surabaya mendirikan  ASS,  lantas dasarnya apa. Kami dari federasi tak pernah dihubungi, apalagi dilibatkan,”tandas dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Askot PSSI Surabaya  Mauritz Bernhard Pangkey. Menurut dia keberlangsungan ASS nanti tidak bisa dikaitkan dengan PSSI. Misalnya, ASS akan diterjunkan  di kompetisi kelompok umur   untuk mewakili PSSI Surabaya.

“Jadi tidak bisa begitu. PSSI Surabaya  punya program dan jenjang tersendiri dan ASS ini memang bukan program kami. Silakan ditanyakan  sama yang bikin,  out-put atau follow-up ASS ini kemana. Mungkin mereka sudah menyiapkan. Yang jelas ini ranah federasi, bukan dispora,” tegas dia.

Lebih jauh Champ, panggilan Mauritz Pangkey,  PSSI sudah memberikan aturan yang jelas. Setiap kegiatan sepak bola yang ada di suatu daerah, harus mendapatkan rekomendasi  dari PSSI setempat. Untuk ASS, sejauh ini belum ada komunikasi apapun dengan PSSI Surabaya.

” Ya, aturannya memang seperti itu, dan ini berlaku nasional. Event atau kegiatan sepak bola  harus mendapat rekomendasi dari PSSI setempat. Di luar itu silakan saja jalan. Tapi tak ada kaitannya dengan PSSI, “papar dia.

Untuk itu Champ menyarankan jika ASS ini bermaksud untuk pembinaan anak-anak muda Surabaya, sebetulnya selama ini telah dilakukan PSSI Surabaya, di antaranya dengan secara rutin berpartisipasi dalam kompetisi KU 13 dan KU 15 yang diwajibkan Asprov PSSI Jatim, tanpa bantuan sama sekali dari Pemkot Surabaya.

“Daripada susah-susah bikin akademi. Ini lho  yang sudah jelas, dukung program-program PSSI Surabaya. Kan tujuannya sama untuk pembinaan anak -anak muda Surabaya,” ucap dia.

Karena itu, dia berharap dengan wali kota baru yang punya hobi main sepak bola, ke depannya sepak bola Surabaya lebih maju lagi.

Sebelumnya Stadion Gelora 10 Nopember  disiapkan Dispora Surabaya untuk menjadi pusat latihan pendidikan sepak bola dengan nama Akademi Sepak Bola Surabaya (ASS) beragam usia. Mulai umur 10–12 tahun, 13–15 tahun, 15–19 tahun, atau usia senior.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya Eddy Santoso menjelaskan, batasan usia yang dilatih bakal mengacu pada aturan Porprov Jatim.(dhi/r7)

Loading...