Surabaya,(DOC) – DPRD Kota Surabaya mendorong Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Surabaya untuk lebih adaptif terhadap perkembangan tren sportainment guna meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tinju.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus Pertina Kota Surabaya, Rabu (8/4/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas strategi pengembangan olahraga tinju agar semakin diminati, khususnya oleh kalangan generasi muda.
“Kami menerima silaturahmi dari pengurus Pertina Kota Surabaya. Dalam pertemuan ini, kami bertukar pikiran bagaimana membangun olahraga tinju agar semakin populer di tengah masyarakat,” ujar Fathoni.
Ia menilai, pendekatan sportainment—yang menggabungkan unsur olahraga dan hiburan—kini menjadi tren yang berkembang pesat dan mampu menarik perhatian publik lebih luas.
Karena itu, Pertina Surabaya dinilai perlu berinovasi, salah satunya dengan menjalin kolaborasi bersama kreator konten lokal agar tinju memiliki nilai hiburan sekaligus daya tarik yang lebih kuat.
“Pertina perlu adaptif terhadap perkembangan tren, termasuk menggandeng konten kreator agar tinju semakin menarik dan dekat dengan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, fenomena pertandingan tinju yang melibatkan artis maupun tokoh publik menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki potensi besar jika dikemas secara modern dan kreatif.
“Tinju saat ini tidak hanya soal prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari industri hiburan yang bisa menjadi wadah positif bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan minatnya,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Selain mendorong inovasi, DPRD Surabaya juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Hal ini sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang rencananya digelar di Surabaya.
Fathoni menegaskan, kejuaraan dan pelatihan rutin harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencetak atlet berprestasi sekaligus mendukung target Surabaya meraih juara umum.
“Pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar Pertina bisa berkontribusi maksimal di Porprov Jatim 2027,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar inovasi dalam pengembangan tinju tidak mengesampingkan aspek prestasi.
Menurutnya, keseimbangan antara sport dan entertainment menjadi kunci agar olahraga ini berkembang secara berkelanjutan.
“Adaptasi terhadap tren itu penting, tetapi pembinaan atlet tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(r7)





