DPRD Surabaya dan Muhammadiyah Perkuat Sinergi untuk Kota Inklusif

DPRD Surabaya dan Muhammadiyah Perkuat Sinergi untuk Kota InklusifSurabaya,(DOC) – Pimpinan DPRD Kota Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya di Jalan Wuni Nomor 9, Kecamatan Genteng, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara legislatif dan organisasi masyarakat untuk membahas berbagai persoalan strategis di Kota Pahlawan.

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri memimpin langsung rombongan bersama Wakil Ketua DPRD Bahtiyar Rifai dan Laila Mufidah. Jajaran pengurus Muhammadiyah Surabaya, termasuk Ketua PDM Surabaya H.M. Ridlwan, menyambut kedatangan mereka.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Syaifuddin menegaskan DPRD membutuhkan masukan dari ulama dan tokoh masyarakat untuk menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Menurutnya, pembangunan Surabaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, DPRD Surabaya mulai membuka ruang komunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah. Langkah tersebut sekaligus untuk menghapus kesan eksklusif yang selama ini melekat pada lembaga legislatif.

“Kalau wakil rakyat tidak mendapatkan arahan dari para ulama dan tokoh masyarakat, tentu tidak lengkap. Kami ingin membangun kebersamaan untuk Surabaya yang inklusif dan penuh keberkahan,” ujar Syaifuddin.

Muhammadiyah Soroti Izin Rumah Sakit

Selain membahas kolaborasi sosial, Muhammadiyah Surabaya juga menyampaikan persoalan perpanjangan izin operasional rumah sakit Muhammadiyah yang akan berakhir pada Oktober 2026.

Ketua PDM Surabaya H.M. Ridlwan menjelaskan proses administrasi masih berjalan karena adanya penyesuaian dokumen bangunan setelah Muhammadiyah membeli aset hotel yang kini difungsikan sebagai fasilitas kesehatan.

Menurutnya, keterlambatan penerbitan izin operasional dapat berdampak terhadap layanan kesehatan Muhammadiyah di Surabaya. Oleh sebab itu, pihaknya berharap DPRD dapat membantu mendorong percepatan proses administrasi di dinas terkait.

“Kalau izin operasional tidak keluar, tentu akan berat bagi Muhammadiyah. Kami berharap DPRD bisa membantu mendorong prosesnya,” kata Ridlwan.

Ia menegaskan seluruh aset Muhammadiyah digunakan untuk kepentingan sosial dan pelayanan masyarakat. Selain itu, Muhammadiyah juga terus berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan dan sosial di Surabaya.

Baca Juga:  Hadir di FGD SMSI Surabaya, Wali Kota Eri Ajak Ratusan Pelajar Bijak Gunakan Media Sosial

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban selama lebih dari satu jam. Selain membahas layanan kesehatan, kedua pihak juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di Surabaya.

Melalui silaturahmi tersebut, DPRD Surabaya dan Muhammadiyah berharap dapat memperkuat sinergi demi menciptakan kota yang inklusif, harmonis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(r7)

Pos terkait