Surabaya,(DOC) – Dua ekor ular sanca ditemukan ditengah pemukiman warga di dua lokasi dan waktu yang berbeda.
Penemuan ular sanca yang membuat geger warga Kota Surabaya itu, pertama ditemukan di Jalan Gunung Anyar Baru II A Nomor 29, pada Kamis(27/12/2018) kemarin.
Kemudian se ekor lagi di temukan di Jalan Cantian Tengah Nomor 58 Gang 5, Sidodadi, Simokerto, pada Jumat(28/12/2018) hari ini.
“Dalam dua hari ini ada penemuan ular sanca yakni di Gunung Anyar dan Simokerto,” ungkap Komandan Tim Orong-Orong, Dinas Pemadam Kebakaran (DPMK) Surabaya, Widagdo Endang Suroso, Jumat(28/12/2018).
Ular sanca yang ditemukan di Simokerto, kata Widagdo, memiliki panjang 4 meter dan berdiameter 15 sentimeter. Penemuan ini, berawal dari laporan warga, Nurul melalui pelayanan pengaduan di Command Center 112 yang kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Orong-Orong DPMK.
Mendapati hal itu, lanjut dia, 1 unit Tim Orong-Orong langsung bergerak menuju salah satu rumah warga di Cantian Tengah, Simokerto yang merupakan lokasi keberadaan ular sanca tersebut.
Saat evakuasi, petugas sedikit mengalami kesulitan karena ular tersebut berada di plafon rumah warga. Namun, ekor ular terlihat dari atap rumah sehingga petugas menarik pelan-pelan ular dengan menggunakan karung goni sampai akhirnya bisa mengamankannya.
“Ular berhasil dievakuasi dengan keadaan hidup dan dibawa Tim Orong-Orong ke Mako DPMK Pasar Turi,” paparnya.
Widagdo menduga ular sanca tersebut merupakan peliharaan warga yang lepas. Namun hingga saat ini belum ada warga yang mengaku memiliki ular sanca yang masuk jenis berbahaya tersebut.
“Pimpinan kami mengarahkan agar ular tersebut diarahkan ke KBS (Kebun Binatang Surabaya). Namun dari KBS diarahkan ke BKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur di Sidoarjo karena ular tersebut bukan jenis satwa yang dilindungi. Besok, Sabtu (29/12/2018,) rencananya diambil pihak BKSDA,” tandasnya.
Sementara untuk penemuan ular sanca di Gunung Anyar pada Kamis(27/12/2018) kemarin, jelas Widagdo, ular tersebut juga sudah dievakuasi oleh Tim Orong-Orong DPMK. Ular sanca tersebut sudah diambil oleh pemiliknya.
“Ini termasuk fenomena. Ular tersebut membahayakan jika tidak ditangani dengan baik,” pungkasnya.(ant/robby/r7)
[youtube width=”100%” height=”300″ src=”AXfSLF8M0vI”][/youtube]





