
Lumajang,(DOC) – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Lumajang, tak perlu repot lagi melakukan presensi meIalui Sistem Informasi Presensi Lumajang (Siperlu) yang selama ini menggunakan aplikasi android.
Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati menyatakan, Siperlu banyak kelemahan dan mudah di manipulasi datanya. Sehingga Siperlu di tarik dulu.
“Saya perintahkan untuk tarik dulu Siperlu ini karena banyak kelemahan. Ini perlu ada penyempurnaan agar lebih bagus, lebih maksimal, efektif dan efesien. Kita bekerja sama dengan konsultan, dari operator seluler,” katanya, Jumat(4/1/2019).
Sejumlah fitur aplikasi seluler, kata Wabup, masih akan di jajaki untuk menggantikan Siperlu bagi ASN dilingkungan Pemkab Lumajang.
“Si Perlu hanya menggunakan GPS (Global Positioning System,red). ASN hanya melakukan presensi di kantornya sesuai dengan GPS. Nanti menggunakan deteksi wajah. Kalau sudah begitu ASN yang nakal tidak bisa lagi meniitip HP ke temannya,” tandasnya.
Fitur yang akan digunakan nanti, bukan hanya memuat presensi ASN saja, tapi juga memuat sistem perencanaan dan agenda kerja yang wajib di upload oleh ASN dalam aplikasi online yang akan dipilih.
“Nanti setiap ASN ada rencana kerja per-hari. Ini bagian dari smart city yang memang harus di mulai dari ASN dulu. Mengandalkan kepala OPD tak akan maksimal jika tidak dibantu dengan IT, karena fungsinya terbatas,” tandasnya.
Sementara itu, Thoriqul Haq, Bupati Lumajang yang akrab dipanggil Cak Thoriq, menyatakan, pada tahun 2019 ini, pelayanan masyarakat secara online akan dioptimalkan, mulai dari pengurusan surat administrasi kependudukan, pajak, retribusi pasar, e-learning, hingga e-budgeting.
“Akan ada banyak pelayanan yang dilakukan secara online. Tahun 2019 ini, smart city sudah harus terwujud,” imbuhnya.(imam/r7)