D-ONENEWS.COM

Fraksi Gerindra Lancarkan Operasi Senyap, Tawari Ketua PCNU Surabaya Maju Walikota

foto : Anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya berfoto bersama dengan Para pengurus NU Surabaya

Surabaya,(DOC) – Ditengah hiruk-pikuk partai politik melakukan penjaringan Walikota, diam-diam Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya telah melancarkan operasi senyap yang mengejutkan, yaitu melamar Ketua Pengurus Cabang Nahdlhatul Ulama (PC-NU) Surabaya, DR. KH Muhibbin Zuhri M.Ag, untuk berkenan maju sebagai walikota.

Hal itu diketahui ketika para pewarta menanyakan kepada A.H.Thony Sekretaris Gerindra dan sekaligus Penasehat Fraksi Partai Gerindra. Dengan nada landai, Alumnus Ilmu Politik UGM ini mengakui bahwa Fraksi Gerindra DPRD Surabaya bersama Anwar Sadat Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim beberapa waktu lalu telah melakukan audensi dengan beberapa pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

“DR KH Muhibbin Zuhri adalah figur yang cukup komplit. Beliau blater, akademisi, Kyai, Berhasil mengorganisasikan NU, dan tak kalah pentingnya bisa mengayomi banyak pihak diluar NU termasuk non muslim dan rendah hati. Potensi itu yang menjadi pertimbangan besar Gerindra tertarik menawari sosok santun ini maju sebagai Wali kota,” kata AH Thony, Jumat(4/10/2019).

Thony menjelaskan, dalam pertemuan tersebut awalnya lebih banyak bicara pada inventarisasi keberhasilan pembangunan kota saat dijabat oleh Wali kota Tri Rismaharini, termasuk persoalan –persoalan, berikut solusi-solusinya yang belum bisa diwujudkannya. Permasalahan sosial yang masih banyak dirasakan warga Nahdliyin di Surabaya, yaitu diantaranya pengangguran serta kemiskinan.

“Agar masalah yang menimpa warga nahdliyin ini bisa ditangani dengan baik, potensi-potensi besarnya  juga bisa dikelola untuk kemajuan kota Surabaya. Warga NU dipandang perlu terlibat didalamnya,” ungkap AH Tony.

Gagasan besar yang sempat menjadi bahan diskusi antara lain; mencetak ilmuwan dan cendikiawan dari kalangan nahdliyin. Oleh sebab itu, sarana yang dibutuhkan harus dilengkapi dan dipenuhi.

AH Thony menjelaskan, sarana itu berupa masjid besar yang dapat menjadi kebanggaan seluruh warga Surabaya dan gedung tempat berkiprahnya para cendiakawan yang siap memajukan Surabaya lebih baik dari sebelumnya.

“Fasilitas edukasi dirasa masih kurang. Gerindra dan NU sepakat kalau fasilitas tersebut bisa segera dipenuhi untuk menjawab tuntutan zaman. Kalau bisa kejelasan untuk mewujudkannya bisa dilakukan dalam kurun waktu satu sampai dua tahun ini,” kata politisi Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya.

Berbagai problem kota ini, bukan persoalan yang sederhana untuk menyelesaikannya. Dibutuhkan figur pemerintah yang peduli dan memiliki komitmen serius dalam mengatasinya.

AH Thony menambahkan, kunci penyelesaian masalah-masalah itu ada ditangan para pemimpin kota. Mendekati proses pemilihan Wali kota, Gerindra telah menginventarisir calon-calon yang handal dari eksternal maupun internal.

“Jujur Gerindra sudah melirik kader internal maupun eksternal yang layak maju Cawali. Internal antara lain; Anwar Sadat (Sekrterias DPD Gerindra Jatim,red), BF Sutadi(Ketua DPC,red), Bambang Haryo(Pengusaha Kapal dan Mantan Anggota DPR RI,red), Salis Aprilianto(Pengusaha multilevel marketing dan motivator bisnis tingkat nasional,red) dan Rio Pattiselano(pendeta dan mantan anggota DPRD Surabaya,red),” jelasnya.

“Dari eksternal figur yang masuk radar Gerindra antara lain, Azrul Ananda, Suko Widodo, M. Sholeh, Eri Cahyadi, Hendro Gunawan dan DR. KH Muhibbin Zuhri M.Ag,” tambahnya.

Dari sekian banyak calon eksternal, lanjut AH Thony, fraksi Gerindra baru bisa berkomunikasi dengan KH DR. Muhibbin Zuhri M.Ag. “Dalam dialog tersebut, beliau merasa tersanjung dan secara pribadi menyatakan siap untuk di ajukan apalagi untuk menyelesaikan permasalahn-permasalahn seluruh umat,” jelasnya.

Cuman masalahnya, lanjut AH Thony, KH Muhibbin ,masih terikat sebagai ketua NU sehingga tidak bisa memutuskan sendiri, tapi harus melalui pertimbangan banyak pihak, karena NU sebagai organisasi terikat dengan Khitoh NU untuk tidak larut dalam urusan politik. Hasil pertemuan dengan pengurus NU, menurutnya, akan disampaikan ke tim penjaringan DPC Gerindra untuk di tindak lanjuti.

“Andai-kata warga nahdliyin ikhlas melepaskan ketuanya untuk maju sebagai wali kota, kami yakin warga Surabaya akan lebih senang, karena akan banyak pilihan untuk menentukan calon- calon yang berkualitas dalam rangka melanjutkan prestasi pembanguan yang sudah dicapai oleh Wali kota Sebelumnya yakni, Pak Bambang DH dan Bu Risma,” pungkasnya.(robby)

Loading...

baca juga