Surabaya (DOC) – Ramainya dunia pecinta hewan peliharaan atau yang akrab disebut pet lover, memunculkan ceruk bisnis baru yang sedikit terjamah oleh produsen lokal. Dasar pemikiran itulah yang membuat Dini Arianti, seorang pengusaha pakaian wanita yang akhirnya memilih banting stir untuk merambah bisnis di lingkungan pecinta hewan.
Berbekal pengalaman di bidang bisnis baju, pengusaha yang berdomisili di Jalan Pakis 2 no 8-10 Surabaya ini mencoba memproduksi pakaian hewan peliharaan, khususnya kucing dan anjing. Cukup asing memang jika didengar oleh masyarakat umum. Namun bagi pet lover pakaian pada hewan kesayangan itu cukup wajar dan sudah menjadi trend.
Dini menerangkan bahwa langkah berani memutar haluan bisnisnya tersebut dilakukan karena melihat potensi pasar pada pakaian hewan yang cukup besar. Menurut Dini selama ini pakaian hewan yang ada di gerai-gerai pet shop (toko penyedia peralatan hewan peliharaan) sebagian besar adalah import dan dibanderol dengan harga yang lumayan mahal.
“Pakaian yang ada saat ini sebagian besar import dan harganya mahal. Ada juga yang murah tapi kualitas bahan dan bentuknya yang tidak layak pakai. Istilahnya tidak ber-prikehewanan jika dipakaikan ke peliharaan kita,” ujar Dini sembari tertawa.
Dengan menggunakan merk dagang Kebun Binatang pet accessories, Dini berharap muncul satu produk lokal branded yang berkualitas serta memiliki gaya kekinian yang bisa diterima oleh semua lapisan pecinta hewan peliharaan.
“Dengan memproduksi sendiri kami berharap muncul produk lokal yang dapat bersaing baik secara kualitas maupun harga dengan produk import. Pokoknya semangatnya adalah memajukan usaha lokal lah,” bebernya.
Saat dikonfirmasi terkait penggunaan nama “Kebun Binatang” yang notabene identik dengan nama taman satwa milik Pemerintah Kota Surabaya, Dini menerangkan bahwa sengaja memilih nama tersebut agar identik dengan lokasi produksinya yakni di Surabaya
“Kalau soal nama, saya berfikir produksi ini kan di kota Surabaya yang bergerak di bidang hewan, dan ikon untuk hewan – hewan di Surabaya adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS). Lantas saya menggunakan nama Kebun Binatang dengan menambahkan bidang usaha yakni pet accessories. Artinya usaha di bidang aksesoris hewan yang lahir di kota Surabaya,” terangnya.
Wanita penghobi traveling ini menambahkan bahwa semua produk baju dari Kebun Binatang pet accessories dikerjakan dengan detail sesuai dengan kontur badan kucing dan anjing.
“Produk Kebun Binatang pet accessories dikerjakan dengan detail oleh tangan terampil. Bahan yang kita gunakan pun adalah bahan yang digunakan oleh manusia, jadi akan nyaman juga bagi hewan,” beber lulusan SMUN 8 Surabaya ini.
Gandeng Warga Terdampak Lokalisasi Dolly dan Jarak
– Tak sekedar berbisnis demi keuntungan saja, Dini membeberkan bahwa tindakan usaha Kebun Binatang pet accessories yang dirintisnya juga menggandeng warga terdampak lokalisasi Dolly dan Jarak, dengan harapan ikut menyumbang proses kegiatan ekonomi bagi warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.
“Sebagian produk Kebun Binatang pet accessories dikerjakan oleh warga Putat Jaya Surabaya yang termasuk dalam warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak. Kita menggendeng pengusaha sablon dan kaos di Putat Jaya. Harapanya ikut membantu kegiatan ekonomi warga disana. Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi minimal Saya telah berupaya semampu Saya,” harapnya.
Melalui usaha ini, Dini berharap masyarakat khususnya pecinta Kucing dan Anjing dapat menikmati produk lokal berkualitas dengan harga yang terjangkau, serta mendorong masyarakat untuk lebih menyayangi hewan peliharaanya khususnya anjing dan kucing lokal.
“Semangatnya adalah cinta dan bangga produk lokal. Untuk kucing dan anjing saya mendorong para pecinta hewan juga memperhatikan kucing dan anjing lokal. Mereka juga cantik kok kalau dirawat dengan benar,” pungkasnya. (w5)
