Lumajang,(DOC) – Unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang menggelar apel gelar pasukan dalam rangka penanggulangan Bencana Alam erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang bertempat di Posko Tanggap Bencana Kamar Kajang, Desa. Sumberwuluh, Kecamatan. Candipuro, Kabupaten. Lumajang, Rabu (8/12/2020).
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi Ariyanto Wibowo, S.Sos., M.I.Pol, Danyon 527/BY Lumajang Mayor Inf. Alexander Teranta Paranginangin, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang H. Anang Akh. Syafuddin KaJari Kabupaten Lumajang, H. Sugeng Riyadi, S.H., Sekda Kabupaten Lumajang Drs. Agus Triono. M.Si. Wakapolres Lumajang. Kompol Hendry Soelistiawan, S.E.,
Selain itu juga dihadiri KabagOps Polres Lumajang Kepala BPBD Kab. Lumajang Kasatpol PP Kab. Lumajang Kapolsek Candipuro, Danramil Candipuro, Camat Candipuro, Anggota Polres Lumajang, Anggota Kodim 0821/ Lumajang., Anggota Batalyon 527/BY Lumajang, Anggota BPBD Kab. Lumajang, Anggota Satpol PP Kab. Lumajang.
Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol. mengatakan, Segala bentuk informasi terkait bencana erupsi Gunung Semeru diharapkan lebih terkoordinir, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi terdampak.
“Sebagai upaya untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait bencana erupsi Gunung Semeru hendaknya dilakukan secara terkoordinir oleh petugas yang telah ditunjuk, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada di lokasi terdampak bencana,” katanya.
Andi menyampaikan, bahwa pihaknya beserta personel siaga bencana yang lain terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, untuk selalu siap siaga apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
“Perubahan cuaca, situasi dan kondisi terus kita pantau perkembangannya, dan kita terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat sekitar lokasi terdampak bencana, sehingga diharapkan apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat sudah memahami apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, bahwa video maupun foto hoax terkait bencana alam erupsi Gunung Semeru dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di masyarakat.
Lanjut dia, guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan memberikan aturan khusus terkait penyampaian perkembangan situasi dan kondisi di sekitar lokasi terdampak bencana.
“Nanti akan kita atur dengan sistematis penyampaian informasi terkait bencana erupsi Gunung Semeru, sehingga diharapkan tidak ada lagi penyebaran video mapun foto-foto yang dapat menyebabkan kepanikan masyarakat,” pungkas Bunda Indah.(Imam)