Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat capaian strategis dalam penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Tiga produk unggulan, yakni pisang mas kirana, susu kambing Senduro, dan ubi madu Pasrujambe, kini mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum RI.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai pengakuan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi sekaligus meningkatkan nilai produk lokal.
“Ini menjadi kebanggaan masyarakat Lumajang. Sertifikat Indikasi Geografis bukan hanya pengakuan, tetapi juga melindungi keaslian dan kualitas produk unggulan,” ujar Indah.
Indah menjelaskan, pemerintah daerah bersama berbagai pihak menjalankan proses panjang hingga memperoleh sertifikat tersebut. Tim melibatkan petani, peternak, asosiasi pemohon, organisasi perangkat daerah (OPD), serta akademisi dari Universitas Jember dan Universitas Brawijaya.
Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga ikut mendukung proses ini.
“Prosesnya dimulai dari identifikasi potensi, penyusunan dokumen, hingga pemeriksaan administratif dan substantif sebelum penerbitan sertifikat,” jelasnya.
Pemkab Lumajang mengajukan pisang mas kirana pada 3 Desember 2024 dan mencatatkan produk itu pada 11 Juli 2025. Selanjutnya, pemkab mengajukan susu kambing Senduro pada 20 Agustus 2024 dan mencatatkannya pada 19 Juli 2025.
Untuk ubi madu Pasrujambe, pemkab mengajukan pada 22 Juli 2024 dan memperoleh sertifikat pada 30 September 2025.
Indah menegaskan, sertifikat IG memberi banyak manfaat strategis. Sertifikat ini melindungi produk dari pemalsuan, menjamin kualitas, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar nasional maupun global.
“Dengan IG, kami mendorong produk lokal naik kelas. Dampaknya langsung dirasakan petani dan peternak,” tegasnya.
Pemkab Lumajang juga mengajak pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
“Indikasi Geografis ini kami harapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Lumajang,” pungkasnya.(r7)





