D-ONENEWS.COM

Gempa 5,4 SR di Rangkasbitung Terasa Hingga Jakarta

Banten (DOC) – Gempa bumi bermagnitudo 5,4 yang pada Selasa (7/7) pukul 11.44.14 WIB terjadi di 18 km barat daya Rangkasbitung, Banten, getarannya terasa hingga wilayah DKI Jakarta.

“Getaran gempa terasa pada skala II MMI di Jakarta,” kata Kepala Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tiar Prasetya di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Selasa (7/7).

Getaran gempa pada skala II Modified Mercalli Intensity (MMI) dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa di Rangkasbitung getarannya juga dirasakan di Lebak pada skala III-IV MMI; Cihara, Rangkasbitung, Bayah, Pandeglang, Malingping, Cibeber, Banjarsari, dan Sukabumi pada skala III MMI; Depok dan Bandung pada skala II-III MMI; serta Tangerang Selatan pada skala II MMI.

Getaran pada skala III MMI dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu dan getaran pada skala IV MMI dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menimbulkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 pada Selasa pukul 11.44.14 WIB yang pusatnya berada di koordinat 6.69 Lintang Selatan, 106.14 Bujur Timur, pada kedalaman 82 km berdasarkan pemodelan BMKG gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa di Laut Jawa

Gempa bumi juga terjadi di Laut Jawa pada Selasa pagi. Gempa dengan magnitudo 6,1 itu guncangannya dirasakan di wilayah yang luas menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.

Menurut dia, gempa dalam akibat adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Jawa tersebut guncangannya dirasakan di sebagian Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sumatera bagian selatan.

Guncangan akibat gempa tersebut dirasakan di daerah Karangkates dan Nganjuk di Jawa Timur; Daerah Istimewa Yogyakarta; Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, dan Boyolali di Jawa Tengah; Pangandaran dan Garut di Jawa Barat; Krui, Sekincau, dan Semaka di Lampung; Gianyar, Kuta, ​​​​​​ Denpasar, dan Karangasem di Bali; serta Lombok Barat dan Mataram di Nusa Tenggara Barat.

“Karena saking dalamnya hiposenter gempa maka spektrum guncangan yang dirasakan dalam wilayah yang luas,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam siaran pers BMKG.(ant)

Loading...