Gubernur Khofifah Imbau Pemda Batasi Jam Operasional Rumah Hiburan, Antisipasi Penyebaran COVID-19

Foto: Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya,(DOC) – Setelah melakukan pertemuan dengan pengusaha pariwisata yang membahas merebaknya virus corona di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan intruksi kepada Pemerintah Kabupaten/kota untuk segera melakukan pembatasan  sampai menutup jam operasional tempat usaha pariwisata, khususnya hiburan malam seperti club malam, diskotik, dan karaoke dewasa.

“Sudah ada pertemuan dengan pengusaha pariwisata dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19,” kata Khofifah, dalam keterangan persnya, Rabu(18/3/2020).

Bacaan Lainnya

Pengusaha yang diundang pertemuan dengan Gubernur Jatim, untuk membahas soal imbauan tempat pariwisata tutup, yaitu: GIPI, ASITA, HPI, PHRI, HIPERHU, PUTRI dan BPPD Kadin.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga melakukan regulasi jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Regulasi tereebut mulai diberlakukan, Kamis(19/3/2020) besok.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ada regulasi yang kami berlakukan untuk pegawai di lingkungan Pemprov Jawa Timur mulai besok kita ingin melakukan regulasi. Pertama adalah ada pembagian 2 shift , pertama jam 8 sampai jam 11.30 kemudian shift kedua adalah jam 12 sampai jam 15,” kata Khofifah.

Regulasi jam kerja itu, lanjut Khofifah tidak berlaku bagi eselon 2 dan 3 karena mereka merupakan motor dari bagian percepatan penanganan virus Covid-19.

“Karena mereka akan menjadi bagian dari motor berbagai upaya percepatan penanganan covid 19,” sambungnya.

Khofifah juga mengimbau agar eselon 2 dan 3 tetap masuk kerja serta menerapkan Standar Operasional Kerja (SOP) yang telah diberlakukan.

“Khusus eselon 2 dan eselon 3 tetap masuk dengan SOP tetap seperti yang kami lakukan seperti Senin kemarin, semua harus menyiapkan tempat cuci tangan dalam posisi air yang mengalir di siapkan sabun atau hand sanitizer. kemudian kalau memang sudah ada demam batuk flu maka diharapkan langsung mendatang fasilitas kesehatan terdekat. mereka diharapkan bisa aktif untuk mengakses faskes terdekat,” terangnya.

Baca Juga:  Hasil Tracing Pelatihan Haji, 4 Peserta Positif COVID-19

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengungkapkan jumlah pasien positif virus corona di Jatim bertambah dari 6 orang menjadi 8 orang. Penambahan tersebut merupakan hasil swab yang dilakukan litbangkes Kemenkes di RS Syaiful Anwar, Malang dan satu diantaranya telah meninggal dunia. Sedangkan 6 lainnya berasal dari Rumah Sakit di Surabaya.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jawa Timur menjadi 29 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 11 orang.(div/hadi/r7)

Pos terkait