Gubernur Resmikan Pusat Informasi Go Public BEI


Surabaya (DOC) – Gubernur Jatim Soekarwo optimistis pembukaan Pusat Informasi Go Public, Bursa Efek Indonesia (BEI), akan mampu memperluas potensi ekonomi Jatim. Sebab keberadaan pusat informasi sekaligus konsultasi tersebut bisa memberi solusi bagi perusahaan yang ingin menambah modal untuk pengembangan usahanya.
“Pusat Informasi Go Public ini akan membuat peluang kapitasi Jatim menjadi lebih efisien, karena selain perusahaannya mendapat fresh money dari pasar modal pengelolaannya juga akan semakin profesional,” terang Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat meresmikan Pusat Informasi Go Public di Gedung BEI Jl Taman Ade Irma Suryani Nasution No. 21, Surabaya, Selasa (29/8/2017).
Pakde Karwo menjelaskan, layanan informasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang sudah ikut Initial Public Offering/IPO, tapi juga bagi perusahaan baru yang ingin menjadi perusahaan publik.
“Posisi Jatim sebagai hub Indonesia timur memang membutuhkan pembiayaan besar, tapi juga merupakan peluang jika bisa dimaksimalkan apalagi pasarnya mencapai hampir 120 juta orang ,” imbuhnya.
Ditambahkan, prioritas Pemprov Jatim saat ini yakni aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada kalangan dunia usaha. Selain itu, yang terpenting adalah memperbesar kapasitas perusahaan yang ada dengan penambahan modal.
Hal ini dirasa lebih efektif daripada mencari investor baru karena tidak perlu ijin prinsip, terkait urusan tanah dan lainnya. “Daripada harus mencari investor untuk melakukan direct investment, lebih baik menambah modal perusahaan sehingga prospektuknya lebih jelas,” terang Pakde Karwo.
Menurut Pakde Karwo, saat ini uang yang beredar di Jatim mencapai Rp500 triliun, namun ada sekitar Rp360 triliun uang yang ada di masyarakat belum masuk pada industri jasa keuangan. Oleh sebab itu sosialisasi harus gencar dilakukan utamanya lewat Baitul Maal wa Tamwil (BMT), karena jumlah ponpes di Jatim mencapai 7 ribu.
“BMT harus menjadi bagian bridging, sehingga bisa masuk dan menjadi bagian pada pembiayaan kita yang kurang,” ungkap Pakde Karwo.
Sementara itu, Direktur PT BEI Nicky Hogan menyampaikan, tujuan didirikannya Pusat Informasi Go Public adalah agar semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan peluang memperoleh pendanaan.
Selain itu, juga untuk mempermudah akses masyarakat Jatim mengakses pendanaan, sehingga peningkatan ekonomi di pasar modal bisa dinikmati semua pihak.
“Kehadiran Pusat Informasi Go Public itu diharapkan bisa memperbanyak kehadiran perusahaan dalam memanfaatkan pendanaan dari pasar modal,” harapnya. (bah)

Pos terkait