Lumajang,(DOC) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengeluarkan lava pijar. Walaupun kini masuk dalam level II (Waspada).
Pantauan D-onenews.com guguran lava terjadi dari Selasa(03/03/2020) sore pukul 17.30 WIB hingga Rabu(04/03/2020) dini hari.
Pantauan di Desa Kalibening, Kecamatan Pronojiwo guguran lava pijar sangat jelas terlihat, dan terus mengeluarkan lava. Warna merah api terus bertengger sepanjang malam.
Siswanto, Warga Desa Kalibening, Kecamatan Pronojiwo mengatakan, guguran lava lebih dari sepekan terakhir terjadi.
Menurutnya, letupan lava terjadi baik siang hari maupun malam hari. Tidak bisa diprediksi kapan lava tersebut keluar.
“Lava yang terjadi dari sore hingga dini hari semalam merupakan yang terbesar. Dan sore tadi terpanjang, mengeluarkan awan panas, durasinya juga panjang,” Kata Siswanto
Kondisi Gunung Semeru sore kemarin sempat membuat masyarakat khawatir. Apalagi masyarakat Pronojiwo yang berada di luar kota.
“Sempat khawatir karena memang besar. Apalagi yang ada di luar kota, banyak yang tanya kondisi desa,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, Wawan Hadi Siswoyo menyebutkan fenomena alam tersebut sudah sering terjadi dan kondisi saat ini masih aman dan terkendali.
“Status gunung Semeru Level II Waspada,” terangnya, Rabu(04/03/2020).
Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru Jongring Seloko sebagai alur luncuran awan panas.Dan mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.
“Masyarakat juga diharapkan agar selalu waspada terhadap potensi luncuran awan panas di Kawah Janggring Saloko agar kemudian fenomena alam tersebut tidak menjadi bencana,” jelas Wawan Hadi.(imam)





