Pasca Erupsi Gunung Semeru, 25 Warga di Pengungsian Terkena Infeksi ISPA

Lumajang,(DOC) – Dampak erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu, kurang lebih 25 orang pengungsi mengalami infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Iqnasius mengatakan, tempat penampungan para pengungsi dihuni 200 orang dan 25 orang diantaranya terkena ISPA.

Bacaan Lainnya

“25 orang warga Desa supiturang dan Desa Sumberwuluh terkena ISPA,” kata Bayu,Rabu (9/12/2020).

Penderita ISPA ini diperikan akan meningkat, karena beberapa kali gunung berapi tersebut mengeluarkan guguran lava. Bayu menegaskan, sampai sekarang aktivitas gunung Semeru fluktuatif.

“Apalagi magma yang keluar dari perut bumi itu masih banyak yang mengendap di lereng-lereng Semeru. Asap pasti muncul jika terjadi hujan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, abu vulkanik yang keluar dari gunung Semeru sangat berbahaya jika menyebar dan dihirup oleh manusia, mengingat kandungannya terdapat zat hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida.

“Kami menghimbau kepada warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ini sekaligus menghindari penularan Covid-19, selain terkena ISPA,” pungkasnya.(imam)

 

Baca Juga:  Gunung Semeru Turun Level, PVMBG Tegaskan Aktivitas Magma Stabil

Pos terkait