Surabaya, (DOC) – Pemenuhan pasokan komoditas pangan yang fluktuatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini tidak lagi membuka lumbung pangan sebagai pusat komoditas dengan harga langsung pabrik. Meskipun begitu, Pemprv Jatim memaksimalkan tugas satgas pangan dalam memantau harga pasar.
Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan komoditas pangan mengalami kenaikan yang menjadi momok masyarakat saat memasuki momen hari besar keagamaan. “Terkait harga pangan pada tahun 2021 karena pada saat bulan suci Ramadhan ada ketetapan tentang dilaksanakannya PSBB. Untuk itu, kita menyediakan solusi,” pungkasnya, Selasa (20/04/2021)
Ia menjelaskan solusi dari Pemprov ialah mengakses bahan pangan dengan menjual sesuai harga referensi. Dengan kesediaan sembako seperti minyak, gula, beras dan lain sebagainya. “Kita mengadakan spekulasi harga yang tentunya diluar dari konteks PSBB,” ungkapnya.
Emil juga mengatakan pihak Pemprov memiliki pasukan satgas pangan yang akan melakukan pengawasan terhadap harga pangan. “Perangkat itu lah yang bertugas untuk memastikan kestabilan harga pangan lalu kita targetkan dengan situasi terkendali dengan harga yang tetap stabil,” jelasnya.
Danil Rohi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim mengatakan bahwa tentang menstabilakan harga bahan pangan tahun lau sudah cukup aktif dan ia berharap untuk tahun ini berlaku sama. “Dengan kekurangan yang dulu semoga bisa di atasi dan membuat lebih stabil,” tukasnya, Selasa (20/04/2021).
Menurut Danil operasi pasar masih tidak terlalu efektif mengingat saat ini adanya masa pandemi Covid-19. “Saya sarankan dilakukan secara online saja, kalau bisa pembelian juga dapat diakses secara online untuk menguntungkan pihak lain seperti jasa antar-jemput. Tetapi jika memang dibutuhkan secara langsung juga tidak masalah, cuma dikurangi saja,” jelasnya.
Menurut politisi partai pdi perjuangan ini langkah membuka pasar murah di moment tertentu seperti hari besar keagamaan yang identik dengan kenaikan komoditas dianggap sangat perlu selain menjadi solusi bagi masyarakat juga mampu menekan harga dipasaran agar tidak mengalami lonjakan. (Fadiv/Fr)