Lumajang,(DOC) – Semua metode pembelajaran berubah secara dratis selama masa pandemi Covid-19.
Dimana di Lumajang ada kegiatan belajar secara daring dan Guru sambang Siswa.
Kali ini beberapa pelajar SMP Negeri Satu Atap Burno mengikuti guru sambang siswa yang dilaksanakan di Hutan Alas Burno, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (1/9/2020).
Untuk melaksanakan kegiatan proses belajar, sejumlah siswi SMP Negeri Satu Atap Burno Senduro berjalan kaki melintasi hutan yang berada di kaki Gunung Semeru.
Mereka tampak semangat mengikuti proses guru mengajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang berada Hutan Alas Burno.
Didalam kegiatan siswa dengan tetap tertib melasanakan prosedur protokol kesehatan.
Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Burno Senduro Mamik Setiawati mengatakan, kegiatan belajar guru sambang siswa dilaksanakan di Hutan Burno.
“Kegiatan ini bertujuan anak-anak menikmati keindahan alam di hutan ini, sekaligus meningkatkan imunnya biar sehat, bahkan anak-anak sudah bosan belajar dirumah,” ujarnya.
Menurut Mamik Setiawati, dengan adanya kegiatan belajar daring ini di Desa Burno banyak mengalami kendala salah satunya sinyal yang kurang bagus dan siswa tidak mempunyai Handphone.
“Untuk itu dilaksanakan guru sambang dengan tujuan mereka bisa menerima materi secara langsung sehingga anak-anak memahami pembelajaran dengan mudah,” ungkapnya.
Ketika ditanya belajar memilih di alam terbuka, Mamik Setiawati menjelaskan, para siswa bisa meningkatkan imunya, karena bisa menikmati udara yang sejuk, segar, dan menikmati keindahan alam yang ada di hutan.
“Untuk metode pembelajaran ini secara langsung anak-anak bisa melaksanakan pratek dengan memanfaatkan keadaan alam yang ada disini,” imbuhnya.
Siswa SMP Negeri satu Atap Burno Senduro mengaku senang belajar di alam terbuka seperti ini i ini bahkan siswa mengaku lebih tenang belajar di alam terbuka dibandingkan belajar sekolah dalam situasi seperti saat ini.
Nica Natalia Siswi Kelas IX SMPN Satu Atap Burno Senduro mengatakan, belajar saat ini tentu berbeda dari pada sebelumnya, biasanya belajar di sekolah, tetapi sekarang belajar di hutan.
“Saya senang belajar di hutan karena udara sejuknya. Dimana metode belajar di alam terbuka dipilih lantaran bisa membuat para murid merasa nyaman dan tidak jenuh setelah berbulan bulan tidak ke sekolah lantaran pandemi,” terangnya. (Imam)