Surabaya,(DOC) – Komunitas River Warrior yang digawangi Aeshnina Azzahra Aqilani mengajak 20 mahasiswa dan relawan komunitas Surabaya membersihkan akar-akar mangrove dari sampah plastik di kawasan Mangrove Wonorejo.
Aeshnina, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga, menegaskan pentingnya mangrove Wonorejo bagi Kota Surabaya. Hutan mangrove melindungi kota dari ancaman tsunami sekaligus menyaring air dari Kali Wonokromo dan Kali Wonorejo agar tidak langsung mencemari Pantai Timur Surabaya.
“Sayangnya, sampah plastik yang membludak di muara sungai membuat kelestarian hutan mangrove terancam. Plastik yang terbawa arus menjerat dan mencekik akar mangrove hingga beberapa pohon mati,” ujarnya.
Ketua Komunitas Ronda Sungai, Alaika Rahmatullah, menambahkan bahwa tim harus rutin membersihkan sampah plastik dari kawasan mangrove.
“Setiap hari air sungai dan laut membawa tas kresek, sachet, botol, sandal, hingga peralatan nelayan. Sampah itu tersangkut di akar mangrove, menumpuk, lalu menutup pernapasan pohon hingga mati,” jelasnya.
Melalui program MAGER (Make Mangrove Green Again), River Warrior, Ronda Sungai, dan Ecoton mengajak mahasiswa Surabaya turun langsung membebaskan akar mangrove dari sampah plastik.
Brand Audit: 5 Produsen Penyumbang Sampah Terbanyak
Selain bersih-bersih, para relawan mahasiswa juga melakukan brand audit sampah plastik di Mangrove Wonorejo pada 3 September 2025. Hasilnya mencatat:
- 22 produsen penyumbang sampah plastik
- 97 pieces sampah plastik bermerek
Lima produsen dengan jumlah terbanyak:
- Wings – 37%
- Unilever – 18,5%
- Indofood – 10,3%
- Kapal Api – 6,1%
- Siantar Top – 4,1%
Aeshnina menegaskan bahwa gerakan MAGER bukan sekadar kampanye simbolis. Menurutnya, aksi nyata membersihkan mangrove dari sampah plastik harus terus berlanjut agar hutan mangrove Surabaya tetap hidup dan berfungsi.(r7)




