Inflasi Jatim Sedikit di Atas Nasional, BPS Sebut Tetap Aman

Inflasi Jatim Sedikit di Atas Nasional, BPS Sebut Tetap Aman

Surabaya,(DOC)Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Jawa Timur sepanjang 2025 berada pada level 2,93 persen secara year on year (y-on-y) sekaligus year to date (y-to-d). Angka tersebut sedikit lebih tinggi di bandingkan inflasi nasional yang tercatat 2,92 persen, namun masih berada dalam rentang aman dan terkendali.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Zulkipli, menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di Jawa Timur tetap terjaga sepanjang tahun.

“Inflasi tahunan Jawa Timur mencapai 2,93 persen, tipis di atas nasional sebesar 2,92 persen. Dengan capaian ini, target inflasi Jawa Timur pada 2025 di nyatakan tercapai,” ujar Zulkipli dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (5/1).

Ia menjelaskan, inflasi tahunan pada Desember 2025 terutama di picu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti emas perhiasan, beras, cabai rawit, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, mobil, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang merah, serta minyak goreng.

Tekanan inflasi juga datang dari komoditas cabai merah, santan jadi, telur ayam ras, kelapa, bensin, kopi bubuk, wortel, biaya pendidikan akademi dan perguruan tinggi, kontrak rumah, hingga sepeda motor.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi dan memberikan andil deflasi secara tahunan. Komoditas tersebut antara lain bawang putih, telepon seluler, pisang, ikan mujair, tomat, udang basah, sabun detergen bubuk, serta laptop atau notebook.

“Komoditas ini berkontribusi menekan inflasi pada periode yang sama,” jelasnya.

Kelompok Tertinggi

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan Jawa Timur paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,19 persen. Di susul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,63 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,49 persen.

Baca Juga:  Unesa Perketat Pengawasan UTBK-SNBT 2026, Dugaan Kecurangan Hari Pertama Berhasil Diungkap

Kenaikan indeks juga tercatat pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan 2,08 persen, serta kelompok transportasi 1,82 persen.

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi 0,96 persen, pendidikan 1,74 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,18 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 15,26 persen.

“Satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dengan penurunan indeks sebesar 0,53 persen,” tambah Zulkipli.

Secara spasial, inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 3,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 113,82. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,44 persen, dengan IHK 108,32. (r6)

Pos terkait