Jakarta,(DOC) – Rencana aksi ribuan umat islam 15 Februari (115) yang akan turun ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) untuk memantau Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI, Rabu(15/2/2017) besok, akan mendapat tandingan dari Jaringan Relawan NKRI.
Satgas NKRI dari berbagai jaringan elemen masyarakat pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga akan turun ke TPS – TPS untuk mengawal pelaksanaan Pilgub agar berjalan demokratis, tanpa intervensi suatu golongan dan kelompok tertentu.
Beberapa elemen masyarakat tersebut, yaitu; Buruh Sahabat Jokowi, Seknas JOKOWI, Bara JP, Almisbat, Solmate, Pospera, Arus Bawah Jokowi, Guruh Sahabat Jokowi, JNIB, KAPT, Joman, Jaman, Nelayan Sahabat Jokowi, Kornas, Sekber Jokowi, GK Centre, Korni, Pos Raya Indonesia, JPKP, Nasional, Repdem, RPJB, GRI, Forum Bersatu Indonesia, HAMP Indonesia, Laskar Rakyat Jokowi, Relawan Jakarta Kita, Facebooker In, Forjap Patria, Foreder Indonesia Hebat dan Forum Bersatu Indonesia.
“Kami akan mengerahkan relawan Jokowi untuk mengawasi TPS-TPS,” Tegas Rambun Tjajo, juru bicara Relawan NKRI, kepada sejumlah media, saat konfrensi pers di rumah makan Bumbu Desa, Jl. Cikini Raya, Jakarta, Senin(13/2/2017) kemarin.
Rambun menambahkan, aksi turun ke TPS-TPS ini, bukan untuk mensukseskan pemenangan salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur DKI, melainkan untuk menjaga ketertiban dan menepis potensi kecurangan – kecurangan Pilgub DKI.
“Siapapun boleh mengawasi dan memantau pelaksanaan coblosan di TPS-TPS. Begitu juga para umat Islam yang akan turut mengawasinya. Yang penting tertib dan tidak memprovokasi,” ungkapnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan suhu politik sekarang ini yang kian memanas dengan berbagai isu SARA untuk memecah belah NKRI.
Perlu sebuah komitmen dari seluruh warga Jakarta untuk menjaga kondusifitas keamanan saat pelaksanaan Pilgub DKI. Mengingat pesta demokrasi ini sudah menjadi medan pertarungan kekuatan – kekuatan politik, buntut pelaksanaan Pilpres 2014 lalu.
“Isu SARA ini sudah melebar merongrong NKRI. Sehingga kami mengeluarkan maklumat untuk menyerukan kepada seluruh elemen relawan dan warga Jakarta agar bersama-sama berjuang menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.(mi/r7)
Berikut Maklumat Jaringan Relawan NKRI Untuk Pilgub DKI selengkapny:
- Kami berharap agar seluruh daerah melaksanakan Pilkada dapat berjalan dengan damai, Langsung Umum Bebas Rahasia (LUBER), Jujur dan Adil (JURDIL) sehingga dapat lahir pemimpin-pemimpin di daerah yang amanah, berpihak kepada rakyat dan mampu bekerjasama dengan pemerintah di tingkat pusat. Kedewasaan masyarakat di perlukan agar di masa tenang ini suasana tetap kondusif dan apapun hasilnya maka yang terbaiklah yang menang. Kita harus belajar menerima kekalahan dengan lapang dada dan menang dengan tidak merasa jumawa.
- Pilkada adalah pesta demokrasi. Oleh karena itu perlu komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk menjaganya agar tetap kondusif. Berpolitiklah dengan baik, sesuai aturan hukum dan koridor yang sesuai dengan nalar dan nurani yang sehat agar peradaban demokrasi dan politik kita tambah tumbuh serta terhindar dari perpecahan.
- Bahwasannya Pilgub DKI telah dijadikan medan pertarungan kekuatan-kekuatan politik yang merupakan kelanjutan dari Pilpres 2014. Oleh karena itu kami menyerukan kepada seluruh elemen relawan yang besama-sama berjuang pada pemilu Presiden 2014 untuk kembali merapatkan barisan, mencermati dan menyikapi pola-pola manuver politik dari para musuh Tri Sakti dan Nawacita.
- Kami menghimbau kepada seluruh pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada, khususnya Pilgub DKI agar konsentrasi secara ksatria dan menghindarkan diri dari praktek-praktek kejahatan pemilu seperti manipulasi, intimidasi dan politik uang.
- Bahwa kepada seluruh elemen relawan diminta menggunakan hak pilihnya secara berhati-hati dan bertanggungjawab dengan memikirkan secara mendalam pasangan calon mana yang paling mungkin sejalan atau mendukung terlaksananya Program Nawacita.
- Kami menyerukan agar pemerintahan Presiden Jokowi-JK tetap fokus pada upaya menjalankan pemerintahan agar Negara benar-benar hadir ditengah-tengah rakyat yang membutuhkan di seluruh penjuruh negeri. Presiden dan Wakil Presiden perlu memastikan netralitas aparatur pemerintah di semua tingkatan dan kaitannya dengan Pilkada serentak 2017. Kami tidak meragukan komitmen pemerintah terhadap demokrasi yang sehat tetapi perlu dipastikan bahwa seluruh aparatur pemerintah berjalan sesuai tupoksinya.
- Kami mengingatkan bahwa Pancasila dan NKRI sudah bersifat final dan mengikat sehingga seluruh upaya baik yang bersifat terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi yang merongrong Negara dan membahayakan keutuhan bangsa harus dilawan demi keutuhan NKRI. Oleh karena itu kami menyeruhkan agar seluruh elemen masyarakat bersatu menolak para petualang politik yang berlindung dibalik sentiment primordial dan SARA.
- Munculnya isu TKA khususnya dari China, isu kebangkitan komunisme dan PKI, isu SARA dan berbagai aksi-aksi politik belakangan ini adalah bagian dari upaya mengganggu dan menciptakan sinstabititas sosial, politik dan ekonomi. Upaya-upaya ini dilakukan secara telanjang, masif dan sistematis sehingga mendesak dilakukan upaya membangun kekuatan sebagai tindakan berjaga-jaga. Kami menolak semua upaya yang mencoba memfitnah dan menarik-narik Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja ke dalam agenda lokal pemilihan Gubernur.
- Kami mendukung dan berterimakasih kepada TNI dan POLRI yang menjaga keamanan dan kelancaran Pilkada serentak tahun 2017. Juga dalam proses hukum yang sedang berjalan, kami meminta kepada POLRI tegakkan keadilan seadil-adilnya dan laksanakan secara transparan. Kepada TNI kami meminta tetap waspada terhadap elemen-elemen yang berupaya menunggangi proses hukum dan politik yang sedang berjalan. Seluruh rakyat harus menghormati proses hukum yang berjalan, terlebih terhadap apapun hasilnya di kemudian hari.