Arafah (DOC) – Ratusan ribu umat Islam dari berbagai dunia berwukuf di Arafah pada Jumat (8/7), waktu setempat sebagai bagian dari puncak ibadah haji.
Pada awal hari Jum’at, jamaah berkumpul di Arafah, tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya, yang merupakan tahapan terpenting dalam haji.
Mereka tinggal sepanjang hari di tempat tersebut untuk berdoa dan membaca Al-Qur’an. Setelah matahari terbenam, para jamaah menuju Muzdalifah yang terletak antara Arafah dan Mina.
Jamaah lalu tidur di sana sebelum melakukan kegiatan melempar jumroh pada hari Sabtu sebagai simbol melawan setan.
Ibadah haji tahun ini berlangsung setelah pemulihan Covid-19 di wilayah tersebut dengan beberapa negara Teluk memperketat pembatasan untuk mengendalikan penyebaran epidemi.
Semua jemaah wajib menyerahkan bukti vaksinasi lengkap dengan hasil negatif tes PCR.
Selain ancaman Covid-19, jemaah haji juga menghadapi tantangan yang berpotensi mengakibatkan dehidrasi bahkan dalam kondisi normal menyusul kenaikan suhu hingga 42 derajat Celcius.
Sejak 2017, haji merunut pada kalender Islam ditetapkan untuk Juli dan Agustus yang merupakan bulan terpanas di Arab Saudi.
Saat ziarah dimulai, jamaah pria dilarang mengenakan topi, tetapi banyak yang menggunakan payung dan sajadah untuk berlindung dari cuaca panas.
Bagi jemaah haji wanita wajib berhijab. Ini adalah bagian dari tes ketahanan fisik dan mental meskipun jemaah haji biasanya menghindari mengeluh.
“Saya dalam kondisi yang baik. Saya menikmatinya meskipun cuaca panas karena itu adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Saya sangat senang karena ini adalah pertama kalinya saya melakukan haji dan hanya menutupi kepala saya dengan topi, bukan payung,” kata Noliha, seorang jemaah haji perempuan berusia 61 tahun dari Brunei seperti dilansir dari Hmetro.
Musim panas di wilayah terpanas dan terbasah di bumi ini membuat aktivitas luar ruangan berisiko dengan risiko dehidrasi, serangan panas, dan gagal jantung.
Di luar Masjidil Haram di Makkah, para pejabat telah memerintahkan agar air disemprotkan dari tiang-tiang panjang untuk memberikan sedikit bantuan kepada jemaah.
Sementara itu Direktur program regional Greenpeace Julien Jreissati mengatakan kenaikan suhu rata-rata regional karena perubahan iklim jauh lebih tinggi daripada global dan proyeksi jelas menunjukkan bahwa kegiatan di luar ruangan di musim panas, seperti ziarah, akan sulit.
Pemerintah Arab Saudi tahun ini mengizinkan satu juta jamaah dengan 850.000 dari luar negeri untuk melakukan haji tahun ini. Jumlah ini meningkat drastis dari hanya 60.000 jemaat tahun lalu. (ris)