Surabaya,(DOC) – Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya merilis hasil survey nya soal prediksi perolehan suara Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu 2019, 17 April nanti.
Survey yang dilakukan pada 5-20 Maret 2019 lalu, sebanyak 20 persen pendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kala(JK) di Jawa Timur akan berpindah ke pasangan Prabowo-Sandi.
Sementara sebanyak 14,3 persen pendukung pasangan Prabowo-Hatta di Jatim pada Pilpres 2014 lalu, akan bermigrasi ke pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 ini.
Direktur Eksekutif PUSAD UM Surabaya, Satria Unggul W.P mengatakan, migrasi suara itu banyak dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga mencapai 60 persen.
“Faktornya dipengaruhi oleh kekecewaan terhadap Paslon 01(Jokowi-Ma’ruf,red). Banyak program, seperti remunerasi dan kenaikkan pangkat susah di jaman Presiden Jokowi. Ini yang menjadi alasan mayoritas ASN,” ungkapnya saat memberikan rilis di kampus UM Surabaya, Kamis(28/3/2019).
Elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi, kata Satria, tren-nya cenderung naik di rentang waktu bulan Maret 2019. Sedangkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’aruf akan sangat mayoritas pendukungnya di daerah basis partai pengusung.
Ia menjelaskan, basis pendukung Jokowi-Ma’ruf di Jatim yaitu diantaranya Mojokerto, Ponorogo dan Lumajang.
“Daerah tersebut merupakan basis pendukung PDIP,” imbuhnya.
Basis masa pendukung Paslon nomer 02 Prabowo-Sandi lebih bervariatif, yakni di Jember dan wilayah Madura diantaranya Sampang, Bangkalan yang mayoritas warga Nahdliyin.
“Dukungan Prabowo-Sandi di massa akar rumput bergerak dinamis,” tambahnya.
Elektabilitas para pemilih di Jatim terhadap masing-masing Paslon juga banyak dipengaruhi oleh faktor Kepala Desa dan Lurah.
“Pengaruh itu sangat dominan terutama di daerah pelosok,” tandasnya.
Banyaknya dukungan ke Prabowo-Sandi dari kalangan ASN di Jatim, termasuk tambahan limpahan suara 20 persen dari pendukung rivalnya, bukan berarti akan memenangkan suara di Pemilu 2019 nanti.
Hasil survey PUSAD UM Surabaya secara keseluruhan, Paslon nomer 01 Jokowi-Ma’aruf Amin masih diposisikan teratas tingkat elektabilitasnya hingga mencapai 56,8 persen.
Paslon Prabowo- Sandi sendiri hanya meraih suara sebesar 38,3 persen.
Rilis hasil survey Pilpres 2019 ini, dikemas dalam bentuk diskusi yang hadiri para pembicara, yaitu mantan Ketua KPUD Jatim Eko Sasmito, Pakar Komunikasi Politik Unesa Putri Aisyiah dan Ketua PW Pemuda Muhammdiyah Jatim, Dikky Syadqomulloh.(r7)