Kabar Money Politics Seleksi Cakades di Tempeh Tengah, Camat Berharap Minta Masyarakat Tidak Percaya

Lumajang, (DOC) – Sebelumnya sejumlah warga Tempeh tengah meluruk kantor DPRD Lumajang, pada Kamis (6/9/2023) kemarin. Namun sempat ada rumor money politic dalam seleksi bakal calon Kepalam Desa (bacakades) di Kecamatan Tempeh dengan penyertaan uang bernilai sampai ratusan juta.

Informasi tersebut disampaikan Suwojo salah sau bakal calon di Desa Tempeh Tengah yang tidak lolos saat melakukan mediasi dengan anggota DPRD.

Bacaan Lainnya

Suwojo menceritakan dugaan adanya permaian uang untuk tidak meloloskan dirinya dengan Noto.

“saya pernah mendengar dari saudaranya, bahwa camat Tempeh menelpon Sekda Lumajang Sekda Lumajang berbicara tentang uang 150 juta rupiah.

Lanjut Suwojo, salah satu calon kades menyediakan uang 150 juta, agar bisa menggugurkan dirinya dan Noto saat tahapan lanjutan yakni tes tulis.

“Setelah hasil tes tulis muncul, ternyata benar saya dan Noto tidak lolos,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tempeh Abdillah Irsyad mengatakan, awalnya mendapatkan kabar jika ada isu yakni salah satu calon menyiapkan dana sebesar 150 juta untuk menggurkan lawan politik dalam pilkades.

“isu tersebut cukup lucu. Uang sebegitu banyak, untuk siapa saja. Daripada dipakai menyogok, lebih baik digunakan untuk kepentingan orang tersebut,” ujarnya.

Irsyad mengatakan pada tanggal 25 Juli 2023, dirinya dihubungi oleh Sekda, namun saat itu dirinya tidak bisa mengangkat karena waktu itu sedang sholat.

“Setelah sholat saya menelpon balik. Saya tidak tahu jika Sekda sedang menerima tamu,” ujarnya.

Itu hanya isu dan memang banyak isu yang berkembang termasuk pengguguran salah satu calon dengan uang. Selama tidak ada bukti, saya anggap itu hanya isu. Jadi tidak ada lobi-lobi.

“Karena kabar itu sudah menjadi isu, akhirnya harus Saya jawab. Konteks Saya telpon Pak Sekda itu menyampaikan laporan, bukan melakukan lobi-lobi,” beber Irsyad.

Pihaknya langsung meluruskan isu yang tengah berkembang tersebut. Jika sekda tidak ada kaitannya dengan pilkades Tempeh Tengah.

Baca Juga:  Pj. Bupati Lumajang Harjalu 768 Usung Tema Sinergi Bersama Kuatkan UMKM

“Respon Sekda Lumajang juga kaget, sampai bilang dalam bahasa jawa kok sek akeh,” katanya.

Irsyad menjelaskan, saat itu, banyak isu yang berkembang setelah ada seleksi tambahan. Dimana untuk seleksi tambahan dilakukan panitia kabupaten.

“Saya langsung menghubungi Kades Tempeh Tengah, dan menyampaikan jika dirinya baru saja ditegur,” ungkapnya.

Abdillah berharap masyarakat tidak terbawa isu karena isu yang berkembang tidak memiliki bukti yang valid.

“Jadi Saya itu laporan. Selama tidak ada bukti, Saya anggap itu sebatas isu. Jadi ceritanya seperti itu, bukan dalam rangka lobi-lobi,” tegasnya.

Komisi A DPRD Lumajang Ir. Gatot Sarworubedo, menyebutkan adanya kesalahpahaman.

“Jadi Pak Noto itu salah paham, informasi yang diterimanya hanya sepotong. Pak Camat bukan berarti meloloskan 150 juta untuk lobi,” tutupnya. (Imam)

Pos terkait