D-ONENEWS.COM

Keberadaan Minimarket Perlu Ditinjau Ulang, Pemerintah Juga Perlu Kaji Perda

foto : Vinsensius Awey

Surabaya,(DOC) – Pemerhati kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang juga mantan anggota legislative DPRD Surabaya periode 2014-2019, Vinsensius Awey, mengkritik keberadaan minimarket yang mulai menjamur hingga perkampungan warga.

Menurut Awey, keberadaan pasar modern ini perlu ditata melalui regulasi yang tepat, agar pertumbuhannya bisa berjalan seiring dengan berkembangnya UMKM, toko-toko kelontong dan warung.

“Pentingnya mengatur jarak antar minimarket, pemadangan hari ini antar minimarket berdiri bersebelahan dan bahkan berhadapan. Belum lagi perang harga yang mematikan usaha warung atau toko disekitarnya,” beber Awey, Kamis (13/2/2020)

Pemerintah, lanjut Awey, perlu meriview kembali keberadaan minimarket agar tak berpotensi adanya pelanggaran yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomer 8 tahun 2014, pasal keenam.

Ia menilai, saat ini banyak sekali minimarket berdiri diperkampungan dibawah luas jalan yang ditentukan oleh Perda 8 tersebut. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surabaya.

“Pelanggaran itu terjadi karena tidak adanya tindakan tegas dari petugas penegak Perda,” tandas Awey.

Awey menambahkan, agar tak terjadi pelanggaran Perda tersebut direvisi dengan tidak mencantumkan ruas jalan dan lebar minimal, karena hal itu akan menjadi multi tafsir.

Jika perlu dalam Perda di tentukan jalan-jalan yang boleh didirikan tempat usaha minimarket, misalnya hanya di jalan Arteri, dan jalan kolektor. Tidak boleh dijalan lokal atau jalan lingkungan.

“Sedikit banyak tentu akan menyelamatkan usaha warung / UMKM yang telah hadir duluan dijalan lokal dan jalan lingkungan,” paparnya.

Selain itu, dirinya berharap perizinan pendirian usaha Minimarket juga disertai dengan space untuk pelaku UMKM. Sekaligus jaraknya tidak boleh berdekatan dengan keberadaan pasar-pasar tradisional.

“Hal semacam itu sudah sangat membantu keberadaan usaha warung atau UMKM setempat,” pungkasnya.(robby)

Loading...

baca juga