Kemiskinan dan Pengangguran di Surabaya Menurun Berkat Program Padat Karya

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengoptimalkan Program Padat Karya sebagai langkah strategis. Program ini bertujuan mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan pendekatan yang menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Langkah terbaru yang di ambil adalah membentuk tim khusus dari Perangkat Daerah (PD). Tim ini bertugas mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif di semua lini. Aturan ini telah di tuangkan dalam Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor: 100.3.3.3/300/436.1.2/2024.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Program Padat Karya lahir dari kebutuhan pascapandemi Covid-19. Pandemi telah memunculkan berbagai tantangan, terutama dalam aspek pengangguran dan kemiskinan.

“Program ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Fokusnya adalah memberikan akses pendidikan, kesehatan, permodalan, dan teknologi, terutama bagi warga kurang mampu,” ujar Wali Kota Eri, Minggu (8/12/2024).

Program ini, menurutnya, menjadi bentuk intervensi langsung untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Sejak di inisiasi pada akhir 2021, program ini telah membawa dampak nyata di masyarakat.

Program Padat Karya menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan kota. Wali Kota Eri menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan ganda. Selain memperluas lapangan kerja, program ini juga meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

“Harapannya, program ini bisa memberikan manfaat langsung. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bisa meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonominya,” jelasnya.

Dua Skema Utama Pelaksanaan

Ada dua skema utama dalam pelaksanaan Program Padat Karya:

  • Pengadaan barang dan jasa pemerintah: Dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  • Pemberdayaan usaha mikro: Menargetkan keluarga miskin sebagai penerima manfaat, dengan pendampingan dari Pemkot Surabaya.
  • Dampak Positif terhadap Pengangguran dan Kemiskinan
  • Program ini telah memberikan hasil signifikan dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Program ini telah memberikan hasil signifikan dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Surabaya turun drastis:

  • Tahun 2022: 7,62 persen.
  • Tahun 2023: 6,76 persen.
  • Tahun 2024: 4,91 persen.
Baca Juga:  Pemotongan Insentif Pajak ASN, Gus Muhdlor Dihadapkan pada Tuntutan Berat

Penurunan juga terlihat pada angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem:

  • Kemiskinan 2022: 4,72 persen.
  • Kemiskinan 2023: 4,65 persen.
  • Kemiskinan 2024: 3,96 persen.
  • Kemiskinan ekstrem 2024: 0 persen (dari 0,8 persen pada 2023 dan 1,2 persen pada 2022).
Target dan Proses Berkelanjutan

Program ini dirancang dengan tujuan jangka pendek dan panjang. Dalam waktu dekat, Pemkot menargetkan peningkatan pendapatan keluarga miskin melalui penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, dalam jangka panjang, keluarga miskin diharapkan dapat mandiri secara ekonomi.

Sebagai langkah awal, setiap kecamatan akan memetakan potensi usaha di wilayah masing-masing. Camat bertanggung jawab menyosialisasikan program kepada masyarakat. Warga yang tertarik kemudian dikelompokkan menjadi tim usaha.

Setelah itu, mereka akan mendapat pelatihan serta akses modal untuk memulai usaha rintisan. “Kami akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan usaha mereka secara berkala. Tujuannya, memastikan usaha tersebut berkembang secara optimal,” tutup Irvan. (r6)

Pos terkait