D-ONENEWS.COM

Ketua DPRD Surabaya Minta SIP Dokter Spesialis Tak Dipersulit

Surabaya,(DOC) – Puluhan dokter spesialis di Kota Surabaya merasa resah, akibat belum mendapatkan perpanjangan surat izin praktik (SIP) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Mereka terancam tak bisa melakukan praktik dokter, sebagai Imbasnya belum terbitnya SIP dari DInkes kota Surabaya.

Kurang lebih 25 dokter spesialis dari berbagai keahlian yang belum menerima surat perpanjangan izin mengadukan nasibnya ke DPRD kota Surabaya didampingi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).  Selama ini mereka adalah dokter spesialis dari rumah sakit tipe-C di Surabaya.

“SIP bagi para dokter ini ibaratnya SIM bagi pengemudi. Tanpa SIP, dokter tak berani praktik kerja. Lha kalau tak ada izin, mana dokter bisa bekerja?” ungkap Ketua IDI Kota Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG, saat di gedung DPRD kota Surabaya.

Belum diterbitkannya SIP ini setelah Dinkes Surabaya mulai menerapkan Permenkes 56/2014 terkait perizinan dan klasifikasi rumah sakit. Dalam Permenkes itu, sejumlah rumah sakit dengan tipe tertentu hanya boleh menyediakan dokter spesialis tertentu. Tidak semua dokter spesialis bisa berpraktik di RS tipe-C.

Sejumlah dokter spesialis mengaku kaget dengan penegakan aturan yang kini berdampak pada keberlangsungan izin praktik mereka. “Hanya di Surabaya yang menemui masalah terkait SIP ini. Daerah lain tak ada persoalan,” tandas Brahmana.

Salah satu dokter spesialis, Adi Wibowo, hingga saat ini tidak berani melayani pasien. Alasannya, perpanjangan SIP belum disetujui. SIP dokter ini seperti ditahan karena belum juga diterbitkan. “Sejak Desember saya mengurus hingga sekarang belum selesai,” kata Adi.

foto : Ketua DPRD Surabaya, Armudji

Sementara itu, Armudji Ketua DPRD kota Surabaya, menyesalkan kebijakan tersebut. Apalagi para dokter spesialis di Rumah Sakit tipe C, tidak pernah mendapat penjelasan tentang hal ini. Untuk itu, Armudji meminta perizinan SIP tidak dipersulit.

“Tugas kami adalah mengontrol semua regulasi. Banyak dokter sambatan. Ini menyangkut layanan dan nyawa pasien jika SIP dokter tidak diterbitkan,” katanya.

Armudji mengatakan, biarkan para dokter itu berpraktik. Sebab, RS tipe-C itu paling banyak dan paling dekat dengan warga. “Biarkan mereka praktik. Jika perlu tindakan karena tak ada fasilitas di RS tipe-C, silakan dirujuk ke RS Tipe-B,” tandasnya.(robby/r7)

Loading...