Kolaborasi Jatim dan Kemkomdigi, Siapkan ASN Hadapi Era Digital

Kolaborasi Jatim-Kemkomdigi, Siapkan ASN Hadapi Era Digital
Kolaborasi Jatim-Kemkomdigi, Siapkan ASN Hadapi Era Digital

Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II dan III untuk memperkuat kapasitas birokrasi. Menurutnya, birokrasi hari ini membutuhkan pemimpin yang adaptif, inovatif, solutif, dan visioner. Ajakan itu di sampaikan saat membuka pelatihan sekaligus menandatangani nota kesepakatan antara BPSDM Kemkomdigi dan Pemprov Jatim di Gedung BPSDM Jawa Timur, Kamis (10/4).

Khofifah menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian dan keterbatasan anggaran. Dalam situasi seperti ini, menurutnya, kecepatan dan ketepatan kerja menjadi sangat penting.

Bacaan Lainnya

“Tantangan makin berat. Karena itu, kerja cepat dan pelayanan maksimal bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.

Pelatihan ini diikuti 80 peserta dari dua angkatan. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi upaya strategis dalam menyiapkan pemimpin birokrasi masa depan.

Khofifah juga menekankan peran penting pejabat eselon III. Mereka di nilai sebagai ujung tombak dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan efisien dan efektif.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik yang lamban akan menimbulkan efek domino. Salah satunya berdampak pada menurunnya kinerja ekonomi dan terhambatnya peningkatan kesejahteraan ASN.

“Kalau birokrasi berbelit, penerimaan pajak bisa terganggu. Dampaknya, kesejahteraan ASN pun ikut sulit di tingkatkan,” ujarnya.

SWOT Analysis

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh peserta untuk menggunakan pendekatan SWOT Analysis. Menurutnya, pemahaman atas kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisa menjadi dasar dalam menyusun strategi birokrasi yang lebih tajam.

“Kekuatan kita ada pada komitmen, kerja keras, dan profesionalisme. Tapi kita juga harus berani mengevaluasi kelemahan, baik internal maupun eksternal,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya bekerja dengan detail. Ia menegaskan bahwa keberhasilan banyak di tentukan oleh ketelitian.

“Kesuksesan itu ada di detail. Cek, cek, dan cek lagi. Jangan anggap remeh,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, di lakukan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jatim dan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan SDM digital di Jawa Timur.

Khofifah menyambut baik kerja sama ini. Ia optimistis, kolaborasi tersebut akan meningkatkan profesionalitas ASN Jatim di bidang teknologi dan komunikasi digital.

“Tujuan kita bukan sekadar menjadikan Jatim sebagai gerbang Nusantara, tapi sebagai orkestrator rantai nilai nasional,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran ASN dalam mendorong sektor UMKM yang belum tersentuh ekspor. Menurutnya, peluang untuk tumbuh masih sangat besar.

Terakhir, Khofifah menyebut masih ada pekerjaan rumah di Jawa Timur. Di antaranya pengentasan kemiskinan, pencegahan pernikahan dini, peningkatan investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Kerja keras harus jadi budaya. Kita tidak bisa lagi bekerja biasa-biasa saja di tengah tantangan yang luar biasa,” pungkasnya. (r6)