
Tapanuli Utara,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi guru di seluruh Indonesia. Hal ini di sampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Rizal Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (25/4).
Menurut Fajar, hampir semua kebijakan Kemendikdasmen—baik yang sudah berjalan maupun yang tengah di siapkan—berfokus pada peningkatan kapasitas guru.
“Peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan. Kesejahteraan yang berbasis kompetensi akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan,” jelasnya.
Fajar juga menyampaikan bahwa sejak November 2024, pemerintah telah menaikkan tunjangan profesi bagi guru non-ASN yang sudah tersertifikasi. Selain itu, tunjangan langsung untuk guru ASN juga telah di salurkan.
Langkah ini, kata Fajar, menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkecil ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.
“Kita ingin pendidikan di Tapanuli Utara tidak jauh berbeda mutunya dengan yang ada di Bandung atau Jakarta. Harus ada standar mutu nasional yang merata,” tegasnya.
Praktik Pendidikan Berbasis Nilai Lokal
Dalam kunjungannya ke Tapanuli Utara, Wamen Fajar di sambut oleh Wakil Bupati Deni Lumbantoruan.
Deni menegaskan bahwa pendidikan merupakan program prioritas daerah. Ia memaparkan dua program unggulan yang tengah berjalan.
Pertama adalah Taput Berhitung Membaca Bercerita—sebuah pendekatan yang di sesuaikan dengan usia siswa agar mereka mampu berhitung, gemar membaca, dan berani bercerita.
Kedua, program kebersihan lingkungan sekolah. Menurut Deni, anak-anak di latih sejak dini untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Banyak sampah di jalan berasal dari jajanan anak-anak. Kami ingin membangun budaya bersih, bukan hanya menyediakan petugas kebersihan dalam jumlah besar,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membentuk kebiasaan, bukan sekadar mengandalkan solusi instan.
“Kalau kita bisa tanamkan budaya bersih pada siswa, itu jauh lebih efektif daripada menggaji seribu petugas kebersihan,” tambahnya.
Deni pun mengajak semua pihak untuk ikut menjaga budaya tersebut di lingkungan masing-masing.
“Kebersihan membentuk karakter, dan itu sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menangani sampah plastik,” tutupnya.
Harapan dari Kabupaten Toba
Sementara itu, Bupati Toba, Efendi S.P. Napitupulu, juga menyambut baik kunjungan Wamen Fajar dan rombongan Komisi X DPR RI. Menurut Efendi, pendidikan adalah prioritas utama di Kabupaten Toba.
Ia berharap ke depan akan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah daerah.
“Peningkatan kualitas pendidikan adalah kunci untuk membangun SDM Toba yang unggul. Kita ingin langkah ini bisa lebih cepat dan merata,” ujarnya. (r6)





