Surabaya,(DOC) – Konsul-Jenderal(Konjen) Jepang di Surabaya, mengajak ustadz/ustadzah Pondok Pesantren dari seluruh Propinsi Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan untuk berbuka puasa bersama di Kediaman Konjen di Jl. Dharmahusada di Surabaya Timur, Rabu(15/06/2016).
Dari sekian banyak ustadz/ustadzah ini, 12 orang diantaranya pernah berkunjung ke Jepang atas program undangan Pemerintah Jepang, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masing-masing agama, sekaligus mempererat persahabatan.
Jepang dengan Indonesia.memulai persahabatan sejak tahun 2004 lalu. Selama 10 tahun pemerintah Jepang telah mengundang 138 orang Indonesia untukmengikuti program tersebut. Konjen Jepang di Surabaya yang mempunyai kewenangan wilayah di Provonsi Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Selatan telah memberangkatkan 22 orang berkunjung ke Jepang.
Dalam sambutannya, Yoshiharu KATO, Konjen Jepang di Surabaya menyatakan, sebagaian besar penduduk di Jepang memang beragama Budha atau Shinto. Sementara di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun meski begitu, cara pandang dan kehidupan masyarakat Jepang mempunyai kemiripan. “Disana ada banyak kemiripan antara kaum Muslim dan orang Jepang dalam cara pandang dan cara hidup. Saya sudah hampir 35 tahun berpengalaman sebagai staf Kementerian Luar Negeri Jepang yang sering bekerjasama dengan kaum Muslim di Indonesia. Sehingga saya percaya Indonesia dan Jepang dapat saling bekerjasama dengan baik tanpa adanya konflik atau perselisihan,” jelasnya.(r7)