KPU Jatim Anggap Tingginya Partisipasi Masyarakat Penyebab Molornya Rekapitulasi Suara

Surabaya,(DOC)  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur berterimakasih kepada masyarakat yang telah turut berpartisipasi pada pelaksaan Pemilu serentak, 17 April 2019 lalu, hingga melampaui target.

Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 tercatat 82,35 % atau sebanyak 25 juta pemilih mengambil hak suaranya dengan datang ke TPS.

Bacaan Lainnya

“Dibanding Pemilu 2014 lalu, partisipasi masyarakat meningkat, bahkan melampaui target Jawa Timur dan Nasional. Untuk itu KPU Jatim mengucapkan terimakasih,” ungkap Gogot.

Total pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di provinsi Jawa Timur yakni sebanyak 30,9 juta pemilih.

Ia menambahkan, target partisipasi masyarakat mengikuti Pemilu serentak 17 April 2019, untuk wilayah Jawa Timur yakni sebanyak 80 % dan target nasional sekitar 77%.

“Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, tingkat partisipasi pemilih tertinggi adalah kabupaten Sampang Madura yang mencapai 96,11% pemilih. Terendah yaitu kabupaten Pacitan yakni 76,2%,” kata Gogot.

Komisioner 2 periode ini, menyatakan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak dan akan menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar untuk mempertahankan, sekaligus meningkatkannya pada Pemilu berikutnya.

“Angka tersebut akan menjadi target tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu-Pemilu berikutnya,” tandasnya.

Tingginya tingkat partisipasi masyarakat ini, kata Gogot, diperkirakan penyebab dari molornya proses rekapitulasi Pemilu di tingkat penyelenggara mulai di TPS, kecamatan, Kabupaten/Kota hingga di tingkat Provinsi.

“Tak heran dalam proses rekapitulasi kemarin molor dari jadwal. Ya selain kerena faktor banyaknya interupsi dari para saksi, juga akibat banyaknya jumlah pemilih yang berpartisipasi pada Pemilu 17 April lalu,” pungkasnya.(div/r7)