KPU Surabaya Targetkan 75 Persen Partisipasi Pemilih

Surabaya, (DOC) – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, menerima audiensi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Kamis (3/10/2024).

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menyampaikan bahwa pertemuan ini membahas berbagai hal penting. Salah satu topik utama yang di bahas adalah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024.

“KPU Surabaya telah menetapkan jumlah DPT untuk Pilkada 2024, yakni sekitar 2,2 juta pemilih,” ujar Maria Theresia.

Selain penetapan DPT, akan ada tambahan daftar pemilih. Tambahan ini berlaku bagi pemilih yang pindah domisili atau pemilih pemula yang belum terdaftar.

“Ada daftar pemilih tambahan untuk mereka yang pindah atau pemilih pemula,” tambahnya.

Yayuk—sapaan akrab Maria Theresia—juga menyampaikan adanya penurunan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2024. Jumlah TPS kini lebih sedikit dibanding Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Jumlah TPS untuk Pilkada kali ini turun menjadi 3.964. Sebelumnya, pada Pileg dan Pilpres ada 8.167 TPS,” terangnya.

Penyebab Penurunan TPS

Penurunan jumlah TPS ini terjadi karena adanya perubahan jumlah pemilih per TPS. Kini, setiap TPS akan melayani 500 hingga 600 pemilih, berbeda dengan Pileg dan Pilpres yang hanya melayani 300 orang.

Selain membahas DPT dan TPS, KPU juga memaparkan rencana sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Sosialisasi ini akan dilakukan secara intensif, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat partisipasi rendah.

“KPU akan mengoptimalkan berbagai media, termasuk media massa, media sosial, serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

Sosialisasi akan di prioritaskan tujuh hari sebelum hari-H pemilihan. KPU juga melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan ini. Harapannya, partisipasi pemilih dapat meningkat signifikan.

Selain itu, KPU juga melaporkan rencana kirab maskot Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pilkada. Kirab ini akan di mulai pada 8 Oktober 2024 dari Mojokerto menuju Surabaya, dengan titik akhir di kawasan Kota Tua.

Terkait partisipasi pemilih, Yayuk menyampaikan bahwa KPU Surabaya menargetkan lebih dari 70 persen partisipasi. Pada Pilkada 2020, partisipasi hanya mencapai 51,4 persen. Namun, kali ini KPU menargetkan peningkatan hingga 75 persen.

KPU akan mengintensifkan sosialisasi, terutama di komunitas-komunitas lokal, lembaga keagamaan, dan kelompok masyarakat lainnya. Fokus utama akan di arahkan ke wilayah dengan partisipasi rendah, seperti kawasan perumahan yang di huni warga dengan domisili tidak sesuai alamat KTP.

“Pendekatannya bisa melalui kelompok komunitas, khususnya bagi mereka yang bekerja di luar kota meskipun beralamat di Surabaya,” tutupnya. (r6)