D-ONENEWS.COM

Kurangi Kemacetan dan Polusi, Dewan Ajak Warga Gunakan Transportasi Massal

Surabaya,(DOC) – Lembaga DPRD Kota Surabaya merespons positif bantuan 104 unit bus dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI kepada Pemkot Surabaya.

Menurut anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya,Imam Syafi’i, bantuan ini menjawab
keinginan warga Surabaya untuk memiliki transportasi massal yang nyaman, aman, cepat, dan murah.

“Kami berharap bantuan bus dari kemenhub ini bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di Surabaya,”ujar dia, Senin (3/1/2022).

Dia mengatakan, sampai saat ini Surabaya belum memiliki transportasi massal. Memang ada Bus Suroboyo, namun keberadaan bus tersebut bukan untuk mengatasi kemacetan, tapi lebih banyak dimanfaatkan warga Surabaya untuk kepentingan rekreasi atau jalan-jalan keliling kota.

Untuk itu, Imam yang juga politisi Partai NasDem ini mengajak seluruh warga Surabaya untuk menggunakan transportasi massal. Sebab, ini untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Imam mengaku, tak dipungkiri keberadaan transportasi massal yang nantinya akan
melayani enam koridor, yaitu koridor 1 (Terminal Purabaya – Tanjung Perak via Jalan Raya Darmo), koridor 2 ( Jalan Raya Lidah Wetan- Karangmenjangan-ITS), koridor 3 (Terminal Purabaya-Kenjeran via MERR), koridor 4 (GBT-Unesa-Mastrip), koridor 5 (Terminal Benowo-Tunjungan), dan koridor 6 (Terminal Purabaya- Kampus C Unair), nanti akan berdampak langsung pada angkutan kota (angkot). Bahkan, secara perlahan angkot nanti akan tergusur dan mati.

Untuk itu, lanjut Imam, Pemkot Surabaya harus mencarikan solusi untuk sopir-sopir angkot yang terdampak nantinya. “Kita ingin agar komitmen pemkot yang disampaikan ke DPRD bisa diwujudkan. Sopir-sopir angkot itu harus diprioritaskan untuk menjadi sopir dan kernet bus. Ini tentu harus melalui seleksi,”ungkap dia.

Lantas bagaimana dengan sopir angkot yang tidak memiliki SIM B1 Umum? Imam menegaskan, pihaknya mendorong pemkot untuk memfasilitasi itu semua. Mulai kursus mengemudinya hingga memperoleh SIM. “Jadi, di satu sisi angkutan massal yang kita impikan itu terlaksana dengan baik, tapi di sisi lain tidak mematikan mata pencarian sopir-sopir angkot yang akan tergusur oleh keberadaan bus-bus baru tersebut,” tandas dia.

Imam ingin di tempat-tempat tertentu atau dekat halte bus, pemkot menyediakan parkir khusus motor dengan tarif tak terlalu mahal.

Warga Surabaya yang akan bekerja dari rumah ke halte terdekat dan menitipkan motornya Selanjutnya, mereka berganti ke bus. “Ya, itu sebagai tahapan awal untuk mensosialisasikan dan meramaikan keberadaan bus tesebut, ” tutur Imam.

Terkait pengelolaan bus-bus tersebut, Imam menjelaskan, pemkot telah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sektor transportasi umum yang berada di bawah UPTD Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.
” Sementara ini dikelola BLUD dulu, kan tergetnya cari keuntungan. Nantinya akan dilakukan evaluasi, apakah dengan BLUD sudah cukup atau harus berbentuk BUMD,” tutur dia.

Dia mengatakan, pendapatan dari transportasi massal itu nantinya akan masuk ke Dishub Kota Surabaya. Sama dengan puskesmas yang pendapatannya masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Surabaya), ” pungkas Imam.(dhi/av)

Loading...

baca juga