Jember,(DOC) – Mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang Hari Raya Waisak dan cuti bersama, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menyiapkan 40.678 tempat duduk untuk periode 9–13 Mei 2025. Sebanyak 26 perjalanan kereta api siap melayani masyarakat yang ingin bepergian di momen libur panjang ini.
Antusiasme penumpang terlihat jelas. Hingga Kamis (9/5/2025) pagi, tiket yang terjual telah mencapai 90% dari total kapasitas kursi. Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa sebanyak 8.628 penumpang telah diberangkatkan pada hari pertama libur.
“Angka ini belum final karena masih ada keberangkatan siang dan malam hari. Kami perkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah,” jelas Cahyo.
KA Probowangi, Favorit Warga Selama Libur Panjang
KA Probowangi, kereta bersubsidi (PSO) dengan rute Stasiun Ketapang–Surabaya Gubeng, kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Dalam lima hari libur, penjualannya mencapai 5.546 tiket atau rata-rata 1.109 penumpang per hari. Ini berarti okupansi kereta mencapai 174% dari kapasitas 636 kursi — menunjukkan tingginya minat masyarakat pada moda transportasi terjangkau ini.
Tak hanya kereta bersubsidi, kereta komersial juga mengalami peningkatan penumpang. KA Blambangan Ekspres, yang melayani rute Ketapang–Pasar Senen, menjadi yang paling banyak diminati di kategori ini. Sebanyak 1.986 tiket terjual selama lima hari, dengan rata-rata keterisian harian mencapai 95% dari 416 kursi.
Masih Ada Tiket Tersedia
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket, KAI Daop 9 Jember masih menyediakan beberapa kursi di kereta lain, seperti KA Ranggajati, Wijayakusuma, Mutiara Timur, Mutiara Timur Tambahan, Ijen Ekspres, dan Logawa. Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, atau kanal resmi lainnya.
Cahyo menegaskan komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman selama masa liburan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi utama,” tutupnya.(imam)