Lukas Enembe: Logistik Papua Dipasok dari Jatim

Foto : Gubernur Khofifah Indar Parawansa nyanyi bersama Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi istri

Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kedatangan Gubernur Papua Lukas Enembe beserta Istri dan jajaran Forkopimda Papua serta perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) bersama tokoh agama di Gedung Negara Grahadi, Selasa(27/8/2019). Pertemuan ini sebagai upaya silahturahmi sekaligus meningkatkan kerjasama perdagangan dalam rangka meredakan ketegangan pasca kerusuhan pada 16 dan 17 Agustus 2019.

Dalam pertemuan ini Gubernur Jatim dan Gubernur Papua membahas sejumlah persoalan untuk merekatkan persahabatan antarprovinsi dan meningkatkan kerjasama, khususnya dalam bidang perdagangan.

Bacaan Lainnya

“Saling memberikan nilai tambah, produk Papua dibawa ke Jatim dan sebaliknya,” kata Khofifah di hadapan Gubernur Papua Lukas Enembe beserta rombongan dan Forkopimda Jatim.

Gubernur wanita pertama di Jatim itu menambahkan, pasca kerusuhan yang terjadi di Papua akibat dipicu isu rasial, Pemerintah Provinsi Jatim bersama semua pihak sudah melakukan upaya untuk mendinginkan suasana dan membangun komunikasi.  Termasuk melakukan pertemuan dengan perwakilan tokoh masyarakat dan mahasiswa Papua yang menempuh studi di Jawa Timur.

“Membangun komunikasi dengan rasa dekat yang baik. Dinamika yang sudah terjadi sudah disampaikan permohonan maaf, karena itu adalah insiden personal dan tidak mewakili masyarakat Jatim,” terang Khofifah.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyambut gembira ajakan Gubernur Khofifah untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan.

Bahkan, Lukas mengatakan kalau dirinya datang dengan tim, dengan harapan agar mereka bisa melihat sendiri. Sebab, kebutuhan logistik Papua dipasok dari Jatim dan Makassar. “Kami berharap hubungan kita makin dekat dan tolong jaga hubungan ini,” kata Lukas Enembe.

Lukas juga mengimbau oosiapapun untuk menjaga agar tidak berbuat rasial khususnya kepada masyarakat Papua di kemudian hari. “Tidak boleh ekses negatif sedikit pun kepada rakyat Papua, karena bisa berbahaya,” tuturnya.

Dalam pertemuan ini Khofifah dan Lukas Enembe sempat didaulat untuk bernyanyi bersama.

Selanjutnya, rombongan Gubernur Papua didampingi Pemerintah Provinsi Jatim melanjutkan perjalanan mengunjungi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Namun sayangnya para mahasiswa papua di asrama Kalasan, masih belum bersedia menerima kunjungan Gubernur Papua dan Gubernur Jatim. Bahkan suasana sempat ricuh karena para mahasiswa yang berada didalam asrama, melempar benda lunak keluar pagar.(dar)