Mahasiswa Apresiasi Penataan Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya

Mahasiswa Apresiasi Penataan Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya

Surabaya,(DOC) – Kebijakan penataan program Beasiswa Pemuda Tangguh yang di lakukan Pemerintah Kota Surabaya mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Langkah tersebut di nilai sebagai upaya memperkuat prinsip keadilan agar bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan di rasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Apresiasi tersebut di sampaikan oleh Rizky Andranata Prasetya Adi, mahasiswa S2 Manajemen SDM Universitas Negeri Surabaya sekaligus Pemuda Kota Surabaya dan Founder Generasi Arek Suroboyo. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu khawatir terkait pembiayaan kuliah karena urusan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Ia menilai, kebijakan Beasiswa Pemuda Tangguh yang sempat di salahartikan sebagai pemangkasan bantuan justru merupakan langkah korektif yang penting. Kebijakan tersebut menunjukkan ketegasan Eri Cahyadi dalam memastikan bantuan pendidikan di berikan kepada mahasiswa yang benar-benar berhak.

“Mahasiswa dari keluarga tidak mampu tetap di jamin akses pendidikannya. Mereka tidak perlu khawatir soal UKT karena tetap di tanggung melalui skema Pemkot Surabaya bersama perguruan tinggi,” ujar Rizky, Jumat (30/1/2026).

Sebaliknya, bagi mahasiswa yang secara ekonomi tergolong mampu, Rizky menilai sudah sewajarnya dapat membiayai pendidikan secara mandiri atau bergotong royong melalui berbagai alternatif pendanaan lain.

“Mahasiswa yang mampu bisa memanfaatkan sumber lain seperti CSR, program orang tua asuh, atau skema bantuan pendidikan alternatif. Ini bentuk keadilan agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran,” jelasnya.

Pemberdayaan Mahasiswa

Ia menegaskan, esensi Beasiswa Pemuda Tangguh adalah memberdayakan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas hidup, serta menekan kesenjangan sosial di Kota Surabaya.

Rizky juga menyoroti jalur mandiri masuk perguruan tinggi yang menurutnya lebih mencerminkan kemampuan ekonomi di banding prestasi akademik. Oleh karena itu, penataan ulang kebijakan beasiswa di nilai relevan dengan prinsip keadilan sosial.

Baca Juga:  9.299 Warga Ikrar "Jogo Suroboyo", Wali Kota Eri Menangis Ingat Kota Rusak

“Jalur mandiri tidak bisa di samakan dengan jalur prestasi. Maka penataan ulang ini sudah tepat agar ke depan bantuan pendidikan benar-benar adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi keberanian Pemkot Surabaya dalam mengambil kebijakan yang di nilai tidak populer, namun berdampak jangka panjang bagi keadilan akses pendidikan.

“Terima kasih kepada Wali Kota Surabaya yang berani mengambil kebijakan tepat sasaran. Dengan kebijakan ini, mahasiswa di PTN maupun PTS tetap memiliki hak yang setara untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait