Surabaya,(DOC) – Kalangan DPRD Surabaya menilai masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki oleh pemerintah kota, meski dibeberapa sektor pembangunan telah berhasil menorehkan prestasi. Wakil Ketrua DPRD Surabaya, Masduki Thoha, usai mengikuti upacara Peringatan Hari jadi Korta Surabaya ke- 723 di Halaman Balai Kota, Selasa (31/5/2016) mengatakan, beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah kota diantarannya adalah masalah banjir. Pasalnya, akhir-akhir ini sebaran banjir hampir merata di sejumlah kawasan kota.
“Banjir banyak terjadi di beberapa wilayah kota, seperti tadi malam,” tuturnya
Sejumlah kawasan yan dilanda banjir, meliputiu, Jalan Semarang, Jalan Kartini, Dukuh kupang, Jalan Panglima Sudirman, Mulyorejo, Dharma wangsa, mayjend Sungkono, Jalan ciliwung, Viaduk Kertajaya, dan MERR.
Masduki menambahkan, selain persolan banjir, infrastruktur juga membutuhkan penanganan yang serius dari pemerintah kota. Politisi PKB ini mengungkapkan, di beberapa kawasan cukup banyak ditemukan jalan berlubang. Ia khawatir, apabila tak diperbaiki akan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Coba lihat di kawasan-kawasan pinggiran,,banyak jalan berlubang,” Ungkapnya
Ia menambahkan, masalah perizinan juga diharapkan ada solusi yang efektif guna menuntaskan sistemnya yang masih amburadul. Ia mengakui, dalam perizinan telah diberlakukan sistem Single Window atau perizinan on line yang terpadu. Namun, dalam prakteknya, ia mengungkapkan masih rumit.
“Inginnya cepat, tapi prakteknya masih amburadul,” ujarnya
Masduki mengakui, kendatri ada beberapa kekurangan, pemerintah kota Surabaya juga dinilai berhasil dalam merealisasikan sejumlah programnya. Menurutnya, beberapa program pembangunan yang dinilai menunjukkan kemajuan, seperti di bidang pendidikan.
“Harus diakui, pendidikan di Surabaya lebih berkualitas,” ungkapnya
Jumlah lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri cukup tinggi. Selain itu, jumlah lulusan SMK yang terserap pada lapangan kerja mencapai 75 persen. Sementara mengenai pelayanan, selam ini pemerintah kota telah mampu menerapkan kebijakan pendidikan gratis mulai SD hingga SMA/SMK.
Sedangkan, di bidang kesehatan, melalui sinerji antara puskesmas dan Juru pemantau Jentik (Jumantik), dan beberapa elemen terkait, pemerintah kota berhasil menurunkan angka orang penderita sakit sakit di Surabaya.(hms/r7)