Nelayan Nambangan Kenjeran Desak Pemerintah Bangun Tanggul Pemecah Ombak

Surabaya,(DOC) – Sejumlah warga nelayan Nambangan dan Bulak Cumpat bersama aktifis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyampaikan keluhan soal dampak perubahan iklim terhadap kehidupan mereka ke kalangan DPRD Surabaya.
Mereka mengaku, dengan curah hujan dan tekanan angin yang tinggi berimbas pada tingginya gelombang laut hingga membawa dampak buruk bagi aktifitas dan pemukiman mereka. “Selain banyak atap rumah yang rusak, perahu milik para nelayan juga banyak yang rusak,” terang Sarmuin, Ketua Perhimpungan Nelayan kawasan Nambangan.
Ia mengharapkan, Pemkot Surabaya membuat tanggul pemecah ombah, guna meminimalisir dampak perubahan iklim tersebut. “Para nelayan ingin 100 – 200 meter dari bibir pantai ada tanggul pemecah ombah, mulai dari taman ke utara,” paparnya
Sarmuin mengakui, di sebagian area pantai Nambangan Kenjeran sudah dibangun tanggul, namun masih saja belum mampu mengatasi dampak gelombang besar terhadap pemukiman warga nelayan. “Warga kurang sreg dengan tanggul seperti itgu, karena gelombang yang ada balik merusak perahu,” keluhnya
Sementara itu, Bambang Catur Nusantara, Anggota Dewan nasional WALHI mengakui, ombak besar dan banjir ‘rob’ di kawasan pesisir kenjeran mengganggu kehidupan para nelayan. Para nelayan, menurutnya, kesulitan beraktifitas jika kondisi cuaca buruk. “Selain aktifitas nelayan terganggu, penjemuran ikan juga sulit,” katanya
Bambang berharap pemerintah kota dalam mengembangkan kawasan pesisir melibatkan para nelayan, diantaranya dengan mengakomodasi kebutuhan yang mereka perlukan, seperti dengan membuatkan tanggul pemecah ombak. “Pengembangan kawasan harsu dibangun secara partisipatif. Warga membutuhkan tanggul pemecah ombak dari pada taman,” tegasnya
Menanggapi keluhan para nelayan, Wakil Ketua komisi C bidang Pembangunan, Buchori imron mengatakan, bahwa sesuai UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, pembangunan tanggul menjadi kewenangan Pemprof Jatim “Tapi nanti kita koordinasikan dengan pemerintah Provinsi,” jelas Politisi PPP
Ia menambahkan, untuk mengatasi beragam persoalan para nelayan, pihaknya meminta pemerintah kota melibatkan para stake-holder dan warga dalam mencari solusinya. Buchori berharap, kebijakan yang diterapkan di kawasan pesisir bisa membawa dampak positif bagi masyarakat. “Ini kota metropolitan. Jika kotanya berkembang nelayannnya juga harus berkembang,” harapnya.(k4/r7)