Surabaya, (DOC) – Jaringan hotel internasional OYO Hotels, mengumumkan upaya mereka mengekspansi jaringan hotel budget domestik Indonesia, khususnya di Kota Surabaya mulai 2019 ini. Pembukaan layanan di Surabaya ini menjadi bagian dari target OYO Hotel memperluas jaringan ke lebih dari 100 kota di Indonesia pada akhir 2019.
“OYO Hotels menawarkan pengalaman menginap yang terstandarisasi dengan ragam pilihan kamar dan harga yang terjangkau,” ujar Country Head OYO Indonesia, Rishabh Gupta kepada DOC pada Rabu (23/1).
Rishab menilai, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah populasi lebih dari 2,8 juta jiwa yang memiliki potensi pariwisata dan bisnis yang cukup tinggi. Surabaya menjadi kota komersial dan tujuan bisnis kedua di Indonesia, setelah Jakarta.
Mengutip data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya mencatat adanya peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Surabaya dari tahun ke tahun. Selama 2018, kota Surabaya telah dikunjungi oleh 29 juta orang, yang didominasi wisatawan domestik sebanyak 60-70%.
“Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Surabaya ini berdampak pada tingginya permintaan kamar hotel yang tak hanya dirasakan oleh hotel kelas atas dan menengah, namun juga di segmen hotel budget lokal,” terangnya.
Untuk memaksimalkan peluang pasar yang disebabkan tingginya permintaan dari para wisatawan, hotel budget lokal kerap menghadapi berbagai tantangan terutama standarisasi fasilitas, kualitas pelayanan, ragam pilihan kelas hotel dan kamar, dan strategi pemasaran untuk bersaing dengan hotel-hotel besar.
OYO Hotels memainkan perannya dalam membantu hotel budget lokal untuk mengatasi tantangan tersebut, membantu mereka melakukan transformasi layanan dan pelatihan staff untuk menghadirkan pengalaman menginap berkualitas bagi para tamu. Ketika memesan layanan OYO Hotels, para tamu mendapatkan jaminan akan fasilitas dan layanan terstandarisasi di seluruh jaringan OYO Hotels.
Setiap properti di jaringan OYO Hotels dilengkapi dengan beberapa fitur utama seperti pendingin udara, televisi, tempat tidur yang bersih, Wi-Fi gratis, perlengkapan mandi, dan kamar mandi yang higienis.
“Selain menawarkan fasilitas berkelas, prioritas kami adalah memberikan penginapan berkualitas dengan harga terjangkau. Para tamu bisa dengan mudah mendapatkan layanan melalui saluran online maupun offline, termasuk aplikasi OYO, website, atau call center,” kata pria asal India ini.
Menurut Rishab, OYO juga siap membantu memacu pertumbuhan ekonomi Surabaya melalui perhotelan. Hal ini menjadi sektor yang turut menunjang pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya.
“Di Surabaya sendiri, kami telah memiliki 27 hotel, dengan 900 kamar eksklusif serta 40 OYOpreneurs (sebutan untuk pegawai OYO) dan hotel kami telah mendapat respon yang sangat positif dari para wisatawan. Mereka memiliki akses ke penggunaan teknologi OYO. Kami juga fokus melatih staf hotel untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan” tambah Rishabh.
Secara nasional, OYO telah mengalami pertumbuhan bisnis sebesar lima kali lipat. Sejak beroperasi di Indonesia pada Oktober 2018, kami memiliki lebih dari 150 hotel di 16 kota dan rata-rata para mitra hotel kami mengalami peningkatan okupansi kamar sebesar 80% jika dibandingkan sebelum bergabung dengan jaringan OYO Hotels. Melalui teknologi dan kemampuan mentransformasi serta menjalankan bisnis perhotelan, OYO Hotels juga sukses menambah 70 hotel dalam jaringannya setiap bulan.
“Kami juga menerima tanggapan luar biasa. Berdasarkan data, 70% hotel kami mendapat rating 8 ke atas di berbagai platform pemesanan hotel,” jelas Rishabh. (Pbr)





