Surabaya,(DOC) – Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan anggota Komisi A Budi Leksono melakukan sidak ke lokasi Pasar Tunjungan 3 lantai tersebut.
Kedua legislator ini, nampak kaget melihat kondisi Pasar Tunjungan, yang posisinya strategis tengah kota dan diapit mall dan hotel megah.
Di lantai satu setidaknya hanya ada sekitar lima pedagang yang bertahan. Kemudian di lantai dua hanya ada satu pengusaha yang membuka kantor meski di kanan kiri stan dan lorong sudah kosong, gelap, dan juga pengap.
Di lantai tiga sendiri sudah tak nampak lagi pedagang yang bertahan.
Selain gelap, atap Pasar Tunjungan banyak yang bocor.
“Sayang sekali. Surabaya kota metropolitan namun ada pasar yang mati, rusak seperti ini. Banyak keluhan pedagang yang disampaikan ke dewan,” ungkap Armuji.
Ia menyatakan, Pasar Tunjungan ini memiliki potensi besar untuk menambah pendapatan, jika di manfaatkan sebagai lokasi bisnis atau tempat perkantoran.
Ia bertanya, kenapa Pemkot tak merawat dan mengurusnya, hingga kondisinya memprihatinkan.
“Maka kalau ini sampai dibenahi, tidak ada revitalisasi lalu bagaimana, kan sayang sekali. Padahal setahu saya dulu, sudah rencana revitalisasi pasar dengan menggunakan kerjasama dengan pihak ketiga,” kata politisi PDIP ini.
Lantaran hingga kini belum ada perubahan, ia mengaku butuh dorongan ke Pemkot untuk segera mengambil langkah tegas agar menyentuh Pasar Tunjungan. Sehingga jika pasar sudah baik, maka akan sangat diminati pedagang lantaran lokasinya yang memang strategis.
“Harapannya di akhir masa pemerintah Bu Risma, agar membikin terobosan untuk membangun Pasar Tunjungan dengan kelebihannya menata kota,” tegas Armuji.
Jika memang perusahaan plat merah PD Pasar Surya tidak memiliki anggaran yang cukup, maka menurutnya revitalisasi bisa dilakukan dengan menggandeng CSR atau kerjasama resmi investasi agar pasar ini tidak mangkrak seperti sekarang.
“Saya mendukung kalau ada pihak ketiga yang mau kerjasama. Kita akan sampaikan ke Bu Risma supaya pasar ini bisa tersentuh. Terutama sekarang akhir masa jabatan Bu Risma kurang dua tahun saya harap bisa merepresentasikan kawasan ini seperti dulu kala,” katanya.
Menurut Armuji revitalisasi akan sejalan dengan program Wali kota yang rutin menggelar kegiatan Mlaku Mlaku Nang Tunjungan perbulan.
Di sisi lain, Wakil Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan Zalil Hakim mengatakan apresiasinya atas langkah Armuji yang meninjau denyut nadi ekonomi pedagang Pasar Tunjungan yang diujung tanduk.
“Kita tidak bisa mengetuk hari Bu Risma sendirian. Maka kami berharap bu Risma jangan hanya mempersolek taman Surabaya, jangan hanya luarnya saja yang dipoles tapi juga dalamnya, pasar tradisionalnya, jangan dibiarkan kumuh. Apa gunanya menerima penghargaan bertubi-tubi tapi pasarnya pedagngnya diabaikan,” tegasnya.(r7)