PDIP ; Gaya Risma Diskripsi Leadership Level 5

merajut_kemelutSurabaya,(DOC) – PDIP sebagai partai yang terus menerus memperbaiki diri, selalu membuka ruang bagi terbitnya buku2 politik sebagai karya ilmiah populer untuk menjabarkan Tradisi politik yang membangun peradaban.
“Salah satunya buku yg membahas berbagai hambatan politik yg dihadapi Risma dalam pilkada serentak 2015 lalu ditulis dengan komprehensif oleh Abdul Hakim dan Didik Prasetiyono” kata Hasto saat jadi pembicara di acara bedah buku Merajut Kemelut, Risma, PDIP dan Pilkada Surabaya di FISIP Unair Surabaya, Senin(11/4/2016) lusa kemarin.
Dalam Bedah Buku di Universitas Airlangga itu, Hasto menegaskan bagaimana sentuhan Risma menjadikan pol dalam wajah kerakyatan, wajah penuh nilai2 kemanusiaan, yg mengintegrasikan harapan rakyat dengan keputusan pol yg diambil Risma.
“Surabaya menjadi contoh kepemimpinan yg menjadikan wong cilik sbg sumber inspirasi, melalui sentuhan manajemen modern berbasiskan IT, dan Risma memiliki disiplin tinggi utk bergerak kebawah bersama rakyat. Itulah nafas kepemimpinan Risma shg Surabaya hadir sbg kota yg Indah, penuh dengan ruang publik hijau” ujarnya.
Dengan menggunakan model kepemimpinan sbgmn dikaji oleh Jim Collins dalam Buku Good to Great yg kemudian dilengkapi dengan Great by Choice, Hasto menegaskan watak kepemimpinan Risma yg merumuskan visi atas dasar kolektivitas “pemerintahan” yg dipimpinnya.
Risma merombak tatanan kerja birokratis mjd sederhana yg melayani publik; dan kepemimpinan yg membangun peradaban krn fokus perhatian Risma pd wong cilik. Demikian halnya Risma mampu menghadapi fakta2 yg brutal sekalipun, dan tetap memilih langkah membangun organisasi.
Pakar politik sekaligus dosen FISIP Unair DR Priyatmoko dalam membahas Buku tersebut menggambarkan bagaimana kehadiran Risma sebagai anomali dalam demokrasi. “Kami sering mengkritisi model demokrasi Partai yg sentralistik, namun Risma lahir dlm model kepartaian spt itu. Tanpa adanya Megawati yg mjd pemimpin sentral PDIP, niscaya Risma tidak lahir. Sebab kptsn Risma saat itu adl keputusan dari atas”
Dalam diri Bu Risma mengajarkan tiga hal : ahli dalam menata kota dengan ruang terbuka dan kemanusiaan, terbuka dalam manajemen proyek dan pengadaan daerah karena sistem e-lelangĀ  dan ketiga : Risma menyatukan ruang batin rakyat dengan pemerintahan daerah, Risma memberikan gagasan besar bahwa sebuah daerah akan maju bila kegembiraan rakyat hadir dalam kerja kota, dalam kerja kerja negara sehingga terbentuklah apa yang disebut integralisme batin rakyat dan pemerintah.
Bu Risma mengajarkan pada kita bahwa ekonomi Indonesia tidak boleh semata mata diberikan pada korporasi tapi diberikan kepada kaum Marhaen, ekonomi marhaen adalah ekonomi Marhaen adalah ekonomi UMKM, begitu pedulinya Risma untuk membangun ekonomi rakyat berbasis umkm di kota Surabaya.
Bu Risma akan selalu hadir di hati rakyat karena bekerja dengan rasa cinta… bekerja dengan ketulusan…Bu Risma bisa dikatakan hadiah yg sangat berarti untuk Indonesia Raya.(kim/r7)