D-ONENEWS.COM

Pemkot Jangan Tunjukkan Sikap Apriori Terhadap Para Korban Surabaya Membara

Surabaya,(DOC) – Kesan apriori sepatutnya tak ditunjukkan Pemkot Surabaya terhadap belasan korban meninggal dan luka-luka di jembatan viaduk Tugu Pahlawan karena tertabrak KA saat menonton drama kolosal Surabaya Membara beberapa waktu lalu.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Surabaya, H. Junaedi menyatakan, kesan apriori itu ditunjukkan oleh Wali kot Surabaya, Tri Rismaharini yang berstatement kepada sejumlah media yang tidak bisa memberikan santunan kepada para korban.

“Saya prihatin dengan statement Wali Kota di media yang terkesan apriori, karena sebagai kepala daerah harusnya bijaksana dalam bersikap, tidak bersikap seperti itu, apalagi menyangkut warganya sendiri, lha wong warga diluar saja diperhatikan, mosok warganya sendiri dibiarkan,” ucap Wakil Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya ini, Kamis(15/11/2018).

Ia berpendapat, kegiatan yang gelar oleh elemen masyarakat ini, sebenarnya bertujuan untuk mengharumkan nama Kota Surabaya sebagai kota Pahlawan, sehingga patut mendapat apresiasi.

“Diakui atau tidak tujuannya untuk mengharumkan predikat kota kan. Apalagi didalamnya mengandung unsur pendidikan soal sejarah kepahlawanan yang terjadi pada tanggal 10 November silam. Insiden yang sudah menelan 3 nyawa dan belasan luka-luka itu, jangan lagi dipersoalkan perijinannya. Selamatkan dulu korbannya,” tandasnya.

foto : Junaedi

Namun demikian, Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Surabaya dari Dapil 5 dengan nomer urut 1 ini mengapresiasi Pemkot Surabaya yang telah membantu pengobatan para korban insiden Surabaya Membara yang dirawat di rumah sakit Dr. Soewandhi.

Pernyataan sama juga dilontarkan oleh Ketua DPRD kota Surabaya – Armuji, yang meminta Pemkot mengeluarkan dana tanggap bencana atau bila perlu menggunakan dana BOP yang nilainya besar.

“Dana untuk tanggap bencana itu, kan ada atau pakai saja BOP yang nilainya cukup tinggi itu, jangan hanya karena tidak laporan, lantas statemen seperti itu, lha apa anak pengebom yang jadi korban itu juga pakai laporan, kok bisa dibantu,” tutur Armuji

Caleg PDIP Dapil 1 Surabaya untuk DPRD Jatim ini mencontohkan beberapa insiden yang mendapatkan bantuan dari Pemkot Surabaya.

“Korban kebakaran itu sebelumnya juga nggak pakai laporn, kok bisa dibantu, terus apa bedanya dengan insiden di viaduk. Demikian juga dengan korban Air Asia, Lombok, Palu dan Donggala juga bisa dibantu. Kok sekarang tidak, ini kenapa, bonek yang ngandol sepur juga dibantu,” tandasnya.

foto : Ketua DPRD Surabaya, Armudji

Seharusnya, kata Armuji, Pemkot Surabaya justru memberikan apresiasi kepada elemen masyarakatnya yang bisa menjadi penyelenggara acara Surabaya Membara itu, karena tanpa bantuan siapapun bisa terselenggara.

“Ini kan acara upaya masyarakat, kok malah nggak dihargai, apalagi terjadi insiden yang terhadap warga Kota Surabaya,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, memang Wali Kota Surabaya memang hanya akan membantu biaya pengobatan saja untuk korban luka-luka yang dirawat di RSUD Soewandhi. Pemkot Surabaya tak memberi santunan, karena tidak ada uang tunai untuk itu.(robby/r7)

Loading...

baca juga