Pemotor Tercebur Proyek Box Culvert Margorejo, Satu Orang Meninggal Dunia

Pemotor Tercebur Proyek Box Culvert Margorejo, Satu Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi pemasangan Box Culvert Pemkot Surabaya. (Foto: Ist)


Surabaya, (DOC)Insiden Kecelakaan terjadi di kawasan Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina, Surabaya pada Jumat (12/6/2026) malam sekitar pukul 19.55 WIB. Dua orang pengendara sepeda motor dilaporkan tercebur ke dalam lubang proyek saluran air. Akibat peristiwa ini, satu orang korban dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya tak sadarkan diri.

Menurut informasi awal, kedua korban merupakan pasangan suami istri yang diidentifikasi sebagai pria berinisial EP (65) dan wanita berinisial LE (69).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa pihaknya masih menghimpun informasi terkait kronologi pasti kecelakaan tersebut. Sebab, terdapat beberapa versi kesaksian warga di lokasi kejadian.

“Ada yang mengatakan pengendara motor tersebut berusaha memotong mobil dari arah timur, lalu berbelok ke arah selatan dengan kecepatan tinggi. Ada juga yang menyebut korban menabrak pembatas jalan (barrier). Sementara dari pengecekan tim kami di lapangan, ada indikasi bahwa barrier pengaman proyek di lokasi tersebut kurang rapat,” ujar Hidayat saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).

Hidayat menegaskan bahwa pihak DSDABM bersama kontraktor proyek langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi dan berkomunikasi dengan keluarga korban.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga. Bapaknya (suami) kondisinya tidak apa-apa, namun ibunya (istri) yang meninggal dunia,” tambahnya.

Hidayat membenarkan bahwa kecelakaan terjadi di area proyek pemasangan box culvert Margorejo. Menanggapi insiden tersebut, ia enggan saling menyalahkan terkait siapa yang kurang berhati-hati, melainkan fokus pada langkah korektif ke depan. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi total, baik terhadap kontraktor maupun konsultan pengawas proyek.

Sebagai langkah antisipasi cepat agar kejadian serupa tidak terulang, DSDABM Surabaya akan memperketat sistem pengamanan di sekitar area galian proyek.

“Kami akan mangatur ulang barrier pengamanan di sekitar proyek agar lebih rapat dan tidak menyisakan celah berbahaya,” terangnya.

Baca Juga:  Modus Telepon Kecelakaan Makin Meyakinkan, Ini Komentar Cak Eri

Selain itu, pihaknya akan menambah lampu selang (LED rope light) di sepanjang pembatas agar keberadaan proyek terlihat jelas pada malam hari.

Terkait kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi yang dinilai beberapa pihak kurang maksimal, Hidayat memilih untuk fokus pada solusi internal ke depan daripada mencari kesalahan di belakang.

“Paling pantang bagi saya melihat ke belakang, nanti kesannya seperti mengungkit-ungkit pihak lain. Yang terpenting bagi kami saat ini adalah ke depannya seperti apa. Kami instruksikan kontraktor untuk berinisiatif menambah penerangan sendiri demi keselamatan warga,” tegas Hidayat.

Pos terkait