
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya menjamin seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP Negeri berjalan transparan. Saat ini, telah memasuki fase verifikasi dan validasi data calon peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka untuk memastikan objektivitas sebelum pendaftaran resmi dibuka.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menegaskan bahwa transparansi menjadi komitmen utama Pemkot dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Seluruh dokumen yang diunggah oleh masyarakat diperiksa secara menyeluruh dengan sistem yang akuntabel dan dapat dipantau perkembangannya.
“Proses SPMB SMP saat ini fokus pada verifikasi dan validasi data. Kami memastikan seluruh data dan dokumen yang diajukan calon murid diverifikasi secara transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum mereka masuk ke tahapan pendaftaran,” kata Febri sapaan akrabnya, Sabtu (13/6/2026).
Febri menjelaskan, transparansi verifikasi ini mencakup pemeriksaan berlapis terhadap berbagai dokumen krusial. Mulai dari data kependudukan (KK), dokumen pendukung jalur afirmasi, berkas perpindahan tugas orang tua (mutasi), hingga piagam atau sertifikat prestasi.
Pengecekan berlapis dan terbuka ini sengaja diterapkan untuk mengantisipasi adanya manipulasi data, sekaligus memastikan setiap calon peserta didik mendapatkan haknya secara adil sesuai jalur seleksi yang diikuti.
“Pada jalur prestasi, misalnya, tim verifikator kami memeriksa sertifikat perlombaan maupun penghargaan secara terbuka berdasarkan regulasi. Pemeriksaan meliputi keabsahan dokumen, kesesuaian jenis prestasi, hingga rentang waktu perolehan prestasi yang sah untuk SPMB tahun ini,” jelasnya.
Begitu pula pada jalur afirmasi, validasi data dilakukan secara ketat berbasis data terpadu untuk memastikan intervensi kebijakan pendidikan ini tepat sasaran dan berkeadilan. Keabsahan status ekonomi calon peserta didik diverifikasi agar kuota khusus tersebut benar-benar diakses oleh keluarga yang membutuhkan.
Untuk menjaga keterbukaan informasi dan membantu masyarakat yang mengalami kendala data, Dispendik Surabaya mengoptimalkan layanan pendampingan melalui Posko SPMB. Layanan ini dibuka secara tersebar di seluruh SD Negeri, SMP Negeri, serta Kantor Dispendik Surabaya.
“Masyarakat bisa memantau dan mengonsultasikan kendala teknis maupun perbaikan data mereka di posko-posko tersebut. Kami ingin memastikan tidak ada sekat informasi dan semua calon murid memiliki kesempatan yang sama,” imbuh Febri.
Selain itu, pihak Dispendik juga mengimbau para orang tua untuk aktif memanfaatkan masa uji coba sistem (try out pendaftaran) sebelum jalur resmi dibuka. Langkah ini dinilai efektif sebagai bentuk transparansi sistem agar masyarakat bisa memahami alur seleksi dan memastikan data anak mereka sudah teraplikasi dengan benar di sistem.
“Jika ada kendala data yang tidak sesuai, warga bisa langsung membenahinya lewat posko bantuan. Transparansi ini kami buka sejak awal agar proses ke depan berjalan tanpa kecurigaan,” tegasnya.
Berdasarkan jadwal resmi, proses validasi data untuk jalur afirmasi dan prestasi jenjang SMP akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Selanjutnya, Dispendik Surabaya akan membuka uji coba pendaftaran tahap kedua pada 15–20 Juni 2026 sebelum pendaftaran resmi benar-benar dimulai.
“Melalui sistem yang terintegrasi dan dapat dipantau secara terbuka oleh publik, Pemkot Surabaya berharap seluruh tahapan SPMB 2026 berjalan lancar, bersih, serta mampu mewujudkan akses pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh anak di Kota Pahlawan,” tutupnya.





