D-ONENEWS.COM

Pemkot Netral di Pilwali Surabaya, Pastikan Nama ASN yang Masuk Daftar Timses Paslon Adalah Hoax

Surabaya,(DOC) – Beredar melalui pesan Whatapps (WA) sejumlah nama-nama Aparatur Sipil Negara (ASN), masuk dalam daftar tim sukses (Timses) pada salah satu pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah, Eri Cahyadi dan Armduji di Pilwali Surabaya, Jumat(9/10/2020) siang.

Hal ini langsung mendapat respon dari kalangan DPRD kota Surabaya yang berencana mengklarifikasi informasi tersebut ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Mesakne (kasihan), yang bikin daftar tulisan para ASN sebagai Timses itu gak sadar, kalau tulisannya bisa mencelekai orang. Supaya cepat padam, ya dipanggil (Pemkot Surabaya,red), menyatakan tidak benar. Selesai,” ungkap Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, AH Thony.

Sementara itu, diklarifikasi terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara membantah dengan tegas informasi yang telah beredar lewat percapakan aplikasi WA tersebut.

Menurut Febri, daftar nama ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang menjadi Timses salah satu Paslon itu, dipastikan hoax atau berita bohong. Dirinya menduga, bahwa daftar ASN menjadi Timses itu sengaja dibuat oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Intinya nama-nama ASN yang disebut menjadi tim sukses salah satu Paslon yang beredar di WA itu hoax atau tidak benar,” kata Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara di kantornya.

Febri menegaskan, sejatinya ASN harus netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis dalam kontestasi Pilkada. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Pengaturan tentang netralitas ASN sangat jelas dan tegas serta rinci. Setiap ASN dilarang memberi dukungan atau melakukan kegiatan yang mengarah pada politik praktis pada kontestasi Pilkada, Pileg, maupun Pilpres,” urainya.

Selain itu, lanjut Febri, bahwa ASN dituntut untuk tetap profesional dan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun serta tidak memihak kepada kepentingan siapapun. “Jadi intinya ASN harus netral dan fokus pada pelayanan publik kepada masyarakat,” tandas Febri.

Bagi ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku, maka dia dapat dikenakan sanksi disiplin. Ia menyatakan, sanksi mulai dari kategori ringan, sedang, berat sampai pada pemecatan.

“ASN juga wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan dan dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu paslon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik,” terangnya.

Febriadhitya berpesan ke masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoax. Sebab, Pemkot Surabaya fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga iklim kondusif.

“Saya harap masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di whatsapp tersebut. Apalagi kalau sumbernya tidak jelas,” pungkas dia.(robby)

Berikut susunan Tim Sukses dari kalangan ASN yang telah beredar di percakapan WA dan di anggap hoax:

  1. Pengarah : Ir. Hendro Gunawan, MA ( Sekda )
  2. Koordinator Umum : Mia Santi Dewi ( BKD )
  3. Koordinator OPD – ASN – OS : Rachmad Basari ( Inspektur )
  4. Koordinator Wilayah : Drs. Zaini ( Kabag. POD )
  5. Koordinator SPSI, Pekerja/Buruh : Drs. Zaini ( Kabag Pem )
  6. Koordinator Seniman dan Pekerja Seni : Ir. Antiek Sugiharti ( Kadisbudpar )
  7. Koordinator Rumah Tinggal/Rumah Tangga : Ir. Antiek Sugiharti ( Kadis DP5A )
  8. Koordinator Perijinan Developer & Reklame : Rubben Rico ( Kadis DPRKPCKTR )
  9. Koordinator Sarana Prasarana & Perlengkapan : Noer Oemaryati ( Kabag. LP2A )
  10. Koordinator Logistik : Ir Erna Purnawati ( Kadis DPUBMP )
  11. Koordinator Jukir : Ir Irvan Wahyu Drajad ( kaDishub )
  12. Koordinator Sentra PKL : ( DisDag )
  13. Koordinator & Bantuan Hukum : Ira Tursilowati ( Kabag.Hukum )
  14. Koordinator Atlet & Bonek : Edy ( Kabid Dispora )
  15. Koordinator LKMK & BTKD : Seluruh camat dan lurah
  16. Koordinator Guru & Murid : Drs Supomo ( Kadispendik )
  17. Koordinator Rusun : M.T. Eka Wati Rahayu ( Kadis DPBT )
  18. Koordinator BUMD : Hebi Agus ( Kabag Perekonomian )
  19. Koordinator Data & Informasi : Febri ( Kabag Humas )
  20. Koordinator Pemenangan : Edi Christanto ( Kasatpol PP )
  21. Bendahara : Anna Fajriatin ( DKRTH )
  22. Bagian Umum : Wiwik widiyanti – Subekti 

Susunan Tim camat – camat untuk pemenangan sebagai berikut :

  • Penasehat : Suprayitno ( ex.gubeng )
  • Ketua : Denny christupel tupamahu ( wonocolo )
  • Bendahara : Maria agustin yuristina ( gunung anyar )
  • Koordinator umum : Yunus ( sawahan )
  • Koordinator lurah : Linda novanti ( genteng )
  • Koordinator sarana prasana : Siti hindun robba humaidiyah ( semampir )

Anggota :

  • – Eko kurniawan ( bubutan )
  • – Buyung hidayat ( tegalsari )
  • – Nono indrayatno ( simokerto )
  • – Drs. Ridwan mubarun ( tambaksari )
  • – Agus tjahyono ( krembangan )
  • – Dewanto kusumo  ( pabean cantian )
  • – Tomi ardiyanto ( Wonokromo )
  • – R. Dodot wahluyo ( Tandes )
  • – Eko budi susilo ( karangpilang )
  • – Yanu mardianto ( Rungkut )
  • – Amalia kurniawati ( sukolilo )
  • – Muslich hariadi ( benowo )
Loading...

baca juga