
Surabaya,(DOC) – Puluhan orang tua mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Jumat(9/10/2020). Mereka adalah para orang tua para peserta aksi unjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja di Surabaya pada Kamis(8/10/2020) kemarin.
Kedatangan mereka ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjemput anak-anaknya yang saat aksi diamankan oleh petugas kepolisian.
Usai sholat Jumat(9/10/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, para orang tua tersebut nampak mengantri di depan pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya dengan membawa identitas anaknya berupa kartu keluarga, akte lahir dan materi.
Ayubudin(24) mengaku datang ke Polrestabes Surabaya sejak pukul 09.00 WIB. Ia mendapat informasi, bahwa adiknya tertangkap petugas Polrestabes Surabaya.
“Adik saya masih SMP, kurang paham diamankan dimana. Adik saya kan tidak bawa HP, tapi temennya datang kerumah jika adik saya diamankan,” kata Ayubudin, saat di Mapolrestabes Surabaya, Jumat(9/10/2020).
Usai mendapat info itu, lanjut Ayubudin, dirinya langsung mendatangi Polda Jatim untuk mencari keberadaan adiknya yang masih dibawah umur itu. Setelah disana, ia diminta untuk memberikan informasi nama lengkap adiknya dan juga nomor handphone.
“Tadi saya langsung kesini terus diumumkan nama adik saya. Tadi katanya kalau mau ambil anak yang dibawa harus menunjukkan persyaratan KTP, akte dan KK serta materi, buat di data,” katanya.
Ayubudin menyampaikan jika sempat bertemu dengan salah satu orangtua yang sedang mencari anaknya dari luar kota Surabaya. Namun mereka kembali karena tidak tahu apa yang harus dibawa untuk persyaratan.
“Tadi ada orang dari Sidoarjo dan Madura tidak tahu harus nyari anaknya dimana dan tadi kesini juga tidak membawa apa-apa, kan kasihan,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Nur Laila, yang sempat kebingungan mencari anaknya yang hingga malam tidak kunjung rumah. Ternyata anaknya berada di ada di Polrestabes Surabaya.
Dirinya membawa foto dan persyaratan lainnya untuk mengambil anaknya.
“Tadi malam nggak pulang-pulang. Saya tahunya dari media ada yang diamakan saya datang kesini, tadi diumumin ternyata ada,” urainya.(hadi)