Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah merancang program Beasiswa Pemuda Tangguh untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yang di jadwalkan mulai bergulir pada tahun 2026. Program ini akan membantu warga Surabaya yang tidak mampu secara finansial dan tidak lolos seleksi ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Selain dukungan dana pendidikan, beasiswa ini juga bertujuan mendorong peran aktif mahasiswa dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam penerapan nilai-nilai Pancasila.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rencana ini saat menghadiri pelantikan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho. Acara berlangsung di Auditorium R. Soeparman Hadipranoto, Graha Wiyata, pada Selasa (19/8/2025).
“Kami sedang mengkaji beasiswa untuk yang ada di Perguruan Tinggi Swasta. Sehingga kami berharap anak-anak Surabaya yang hari ini yang mereka mengalami kesulitan biaya, ketika juga tidak di PTN bisa kami bantu di PTS,” katanya.
Beasiswa dengan Syarat Patriotisme dan Pengabdian
Menurut Wali Kota Eri, beasiswa ini tidak di berikan secara cuma-cuma. Penerimanya harus memiliki jiwa patriotisme dan komitmen untuk kembali ke lingkungan tempat tinggal guna mengabdi kepada masyarakat. Mereka juga di haruskan menerapkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Program ini mencerminkan visi pembangunan karakter pemuda Surabaya yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial.
Mahasiswa KKN Dilibatkan di Kampung Pancasila
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga mengajak mahasiswa, khususnya dari Untag, untuk terlibat langsung dalam program Kampung Pancasila. Ia mendorong agar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dapat di sinergikan dengan kegiatan pendampingan masyarakat.
“Ini sejalan dengan jiwa patriotisme yang ada di Untag, sehingga kami akan berkolaborasi. Bagaimana tadi saya sampaikan. Jikalau di mungkinkan ketika ada KKN maka (mahasiswa) menjadi bagian dari Kota Surabaya untuk menjadi pendamping di Kampung Pancasila,” tegasnya.
Program Kampung Pancasila merupakan strategi Pemkot untuk memastikan nilai-nilai Pancasila berlaku di setiap RT dan RW. Untuk itu, Pemkot juga menugaskan Satgas dan PNS sebagai pendamping agar masalah sosial seperti putus sekolah, stunting, dan kekurangan pangan bisa segera di tangani.
“Di sini, setiap RT dan RW akan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Setiap kampung akan di dampingi Satgas dan penanggung jawab dari PNS yang bertugas memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah, kasus stunting, atau warga yang kekurangan pangan,” jelasnya.
Sinergi Kampus dan Pemerintah Kota
Wali Kota Eri yang juga merupakan alumnus Magister Teknik Untag, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Mulyanto Nugroho atas pelantikannya sebagai Rektor Untag periode 2025–2029.
“Alhamdulillah hari ini Prof. Nug di lantik menjadi rektor karena dedikasi beliau untuk Untag sangat luar biasa. Saya tahu sendiri perjuangan beliau. Di periode pertama, periode kedua, hingga ketiga, membawa perubahan yang sangat signifikan untuk Untag Surabaya,” ujar Wali Kota Eri.
Ia menekankan bahwa ilmu tinggi harus dibarengi dengan rasa cinta tanah air. Oleh karena itu, ia menilai kolaborasi antara civitas akademika dan Pemkot sangat penting untuk membangun masa depan Surabaya yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.(r7)





