Pendakian Semeru Masih Tutup, TNBTS: Perlu Kajian

Jalur pendakian Gunung SemeruLumajang, (DOC) – Meskipun status Gunung Semeru telah diturunkan dari Siaga ke Waspada, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan bahwa pendakian ke gunung tersebut belum dibuka secara resmi.

Menurut Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, masih banyak tahapan kajian yang perlu dilakukan sebelum pendakian dibuka kembali. Hal ini meliputi kesiapan sarana dan prasarana (sarpras), sistem, SOP, dan rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

“Penurunan status ini tidak otomatis menjadikan Semeru aman untuk didaki. Masih banyak hal yang perlu dikaji dan dipersiapkan, termasuk rekomendasi dari ahli vulkanologi,” ujar Hendra Wisantara.

Rekomendasi dari ahli vulkanologi menjadi dasar pertimbangan penting dalam menentukan kapan pendakian ke Semeru dapat dibuka kembali.

Hendra Wisantara menghimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mendaki Semeru sebelum TNBTS mengeluarkan pengumuman resmi terkait pembukaan pendakian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa rencana pembukaan kembali wisata pendakian Gunung Semeru ditargetkan pada Agustus 2024. Namun, tanggal pasti pembukaan masih belum ditentukan.

“Info dari TNBTS Agustus (pendakian dibuka), tapi belum dipastikan tanggalnya,” kata Yuli di kutip Kompas.com

Yuli menjelaskan, meski wisata pendakian dibuka, pendaki hanya diperbolehkan mendaki sampai Ranu Kumbolo dan dilarang sampai ke puncak.

“Tetap tidak boleh ke puncak, jadi maksimal hanya sampai Ranu Kumbolo,” jelasnya.(imam)